Bumil Wajib Tahu! Bolehkah Ibu Hamil Pakai Krim Pelembap Wajah? Ini Faktanya

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, HARIAN FAJAR – Menjaga penampilan dan kesehatan kulit kini sudah menjadi kebutuhan mendasar bagi perempuan modern. Namun, bagaimana jika Anda sedang berbadan dua? Fluktuasi hormon selama masa kehamilan sering kali memicu perubahan drastis pada kulit wajah, mulai dari kulit menjadi sangat kering, kusam, hingga lebih sensitif.

Kondisi ini membuat banyak ibu hamil (bumil) tergoda untuk tetap menggunakan produk perawatan kulit (skincare), khususnya krim pelembap. Pertanyaannya, bolehkah ibu hamil menggunakan krim pelembap? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Amankah Krim Pelembap untuk Ibu Hamil?

Selama masa kehamilan, kulit perempuan cenderung menjadi jauh lebih sensitif dan sulit dikontrol. Oleh karena itu, penggunaan pelembap sebenarnya sangat esensial untuk menjaga hidrasi kulit agar tetap sehat.

Namun, yang perlu digarisbawahi adalah tidak semua krim pelembap yang beredar di pasaran aman untuk ibu hamil. Ibu hamil dituntut untuk ekstra selektif dan hati-hati dalam membaca label kandungan produk demi memastikan keselamatan janin di dalam kandungan.

Merangkum dari vinmec, khusus pada trimester pertama, para ahli menyarankan untuk membatasi penggunaan kosmetik secara ketat. Mengapa? Karena pada fase ini, embrio sedang berada dalam tahap awal perkembangan yang sangat rentan terhadap faktor eksternal. Penggunaan kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya bisa mengganggu tumbuh kembang janin.

Selain pelembap, bumil juga sangat disarankan untuk menghindari produk obat jerawat keras, cat kuku, serta pewarna atau pengeriting rambut karena dapat berdampak serius pada janin. Riasan wajah yang terlalu tebal (terutama pada kulit dan bibir) juga sebaiknya diminimalkan.

Daftar Kandungan Skincare yang Wajib Dihindari Bumil

Mencari pelembap yang cocok dan 100 persen aman memang gampang-gampang susah. Sebagai panduan, pastikan produk pelembap Anda bebas dari daftar bahan berbahaya berikut ini:

  1. Retinoid (Turunan Vitamin A): Sangat efektif untuk antipenuaan, namun penggunaan berlebih saat hamil berisiko tinggi menyebabkan cacat lahir pada bayi.
  2. Benzoyl Peroxide & Asam Salisilat (BHA) Dosis Tinggi: Biasa ditemukan pada produk jerawat dan pemutih. Konsumsi atau penyerapan zat ini dalam dosis tinggi dapat memicu cacat lahir. Sebagai alternatif yang lebih aman, bumil bisa memilih produk yang mengandung AHA (seperti glycolic acid, lactic acid, atau mandelic acid).
  3. Hydroquinone: Zat pencerah kulit ini memiliki tingkat penyerapan yang sangat tinggi ke dalam kulit (hingga 45%). Meski risikonya belum dipetakan secara pasti, para ahli sepakat melarang penggunaannya selama kehamilan.
  4. Paraben: Zat pengawet kosmetik ini dapat mengiritasi kulit. Paparan salah satu jenis paraben (BPA) bahkan dikaitkan dengan gangguan pertumbuhan janin, masalah berat badan bayi, hingga risiko keguguran.
  5. Sunscreen Kimia (Avobenzone, Oxybenzone, Homosalate): Bahan-bahan ini dapat mengganggu hormon dan berpotensi memicu masalah saraf, ADHD, hingga obesitas pada anak di masa depan.
  6. Aluminum Chloride Hexahydrate: Zat yang sering ditemukan pada produk antiperspiran/deodoran pencegah keringat ini wajib dihindari bumil.
  7. Pewangi (Fragrance): Parfum sintetis dalam kosmetik maupun sabun mandi dengan aroma yang menyengat sebaiknya dihindari karena berisiko memicu iritasi dan alergi.
  8. Minyak Esensial (Essential Oils) Tertentu: Tidak semua minyak alami aman. Misalnya, minyak melati (jasmine oil) dapat memicu kontraksi rahim, sedangkan minyak sage dan rosemary bisa memicu pendarahan serta meningkatkan tekanan darah.

Untuk meminimalkan risiko alergi, pilihlah produk pelembap berbahan dasar alami organik yang sudah mengantongi sertifikat kualitas resmi dan berlabel khusus “safe for pregnant women” (aman untuk ibu hamil).

Rekomendasi Rutinitas Skincare Aman untuk Bumil

Meskipun harus selektif, bukan berarti bumil tidak bisa melakukan perawatan wajah. Anda tetap bisa menerapkan skincare routine sederhana dua kali sehari (pagi dan malam) dengan panduan aman berikut:

Rutinitas Pagi:

  1. Pembersih Wajah: Cuci muka dengan formula yang lembut (gentle cleanser).
  2. Toner: Gunakan untuk menyeimbangkan pH kulit dan memberi hidrasi awal.
  3. Serum: Berikan nutrisi yang dibutuhkan kulit (pilih yang berbahan aman).
  4. Pelembap (Moisturizer): Untuk mengunci kelembapan wajah.
  5. Sunscreen Fisik (Physical Sunscreen): Gunakan physical/mineral sunscreen (bukan chemical) untuk melindungi kulit dari sinar UV.

Rutinitas Malam:

  1. Pembersih Sisa Makeup (Makeup Remover)
  2. Sabun Pembersih Wajah
  3. Toner
  4. Serum
  5. Krim Pelembap Malam

Tips Tambahan: Hindari mandi dengan air yang terlalu panas karena dapat membuat kulit bumil semakin kering. Untuk bagian tubuh yang sangat kering, Anda bisa memijatnya dengan minyak kelapa murni. Terakhir, pastikan waktu tidur cukup dan hindari begadang demi menjaga kulit tetap sehat, segar, dan berseri alami sepanjang kehamilan. (*Nin)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Hapus Denda Pajak Kendaraan, Berlaku Selama Tiga Bulan
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Prabowo Tegaskan Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Pancasila: Jangan Hanya Untungkan Segelintir Orang
• 4 jam lalumatamata.com
thumb
Menhan Sjafrie Kenang Sosok Ryamizard Ryacudu Sebagai Prajurit Teladan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Kenyataan Pahit untuk Pasar Minyak, Tak Akan Pulih Meski AS-Iran Damai
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hari Lahir Pancasila: Perjalanan Gagasan Bung Karno Menjadi Dasar Negara
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.