Hasto Kristiyanto Dorong BRIN dan Perguruan Tinggi Kaji Ulang Pola Pembangunan Semesta Berencana

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama perguruan tinggi mengkaji kembali Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana sebagai referensi dalam merumuskan arah pembangunan Indonesia di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasto saat berpidato dalam peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang dipimpinnya sebagai inspektur upacara.

Ia mengungkapkan, “BRIN bersama perguruan tinggi Indonesia dapat mengkaji Pola Pembangunan Semesta Berencana ini secara saintifik untuk melihat bagian-bagian yang masih relevan sebagai kompas pembangunan masa depan bangsa.”

Soekarno dan Visi Pembangunan Nasional

Menurut Hasto, Presiden pertama RI Soekarno memiliki visi geopolitik yang menempatkan Indonesia sebagai kekuatan penting di kawasan Samudra Hindia dan Pasifik.

Visi tersebut dituangkan dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana yang disusun oleh lebih dari 600 doktor dari berbagai disiplin ilmu.

Dalam konsep tersebut, perguruan tinggi ditempatkan sebagai pusat keunggulan ilmu pengetahuan atau City of Intellect.

Hasto menilai peran perguruan tinggi sangat penting dalam mendukung pembangunan nasional melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Ia mencontohkan Universitas Gadjah Mada diarahkan menjadi pusat pengembangan ilmu terkait Pancasila, demokrasi, pemerintahan, dan kebudayaan.

Sementara itu, Institut Pertanian Bogor diproyeksikan menjadi pusat pengembangan kedaulatan pangan nasional.

Soroti Dukungan terhadap Inovasi Masyarakat

Selain menyoroti pembangunan nasional, Hasto juga menekankan pentingnya menciptakan iklim yang mendukung inovasi masyarakat.

Menurutnya, kebijakan pemerintah tidak boleh menghambat kreativitas dan inovasi warga.

Ia mengungkapkan, “Dalam rapat DPP yang lalu, Ibu Mega menyampaikan kekhawatirannya ketika masyarakat berinovasi dalam pengembangan benih, tetapi justru berhadapan dengan proses hukum. Hal itu tidak mendukung iklim inovasi.”

Hasto menegaskan bahwa seluruh koridor strategis dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana menempatkan perguruan tinggi sebagai aktor yang sangat sentral.

Ia juga menambahkan, "Ini dari Ibu Megawati Soekarnoputri."

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah tokoh PDIP yang hadir antara lain Ganjar Pranowo, Basuki Tjahaja Purnama, Tri Rismaharini, dan Yasonna Laoly.

Sementara itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengikuti peringatan Hari Lahir Pancasila secara daring.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ngeri! Tim SAR Bantu 2 WNA Terjebak Air Pasang di Pantai | INDONESIA UPDATE
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Simak Jadwal Pemulangan Jemaah Haji ke Indonesia Mulai 1 Juni 2026
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Mahasiswa UBSI Kampus Sukabumi Raih Juara 3 PIKMI 2026 Lewat Solusi Digital Berbasis AI
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Purbaya Beberkan Alasan CV hingga PT Umum Dicoret dari PPh Final UMKM 0,5%
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Polisi Ungkap Motif Owner WO Marwah Tipu Pengantin: Gali Lubang Tutup Lubang
• 12 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.