JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga korban kebakaran di Jalan Krendang Barat Gang 2, Tambora, Jakarta Barat, berniat kembali menempati rumah mereka yang tinggal puing.
Para warga mengaku tak ingin terus-terusan tinggal di posko pengungsian, meski rumahnya kini hanya tinggal menyisakan tembok yang telah berwarna kehitaman terkena api.
"Kita kan enggak mungkin selamanya tinggal di pengungsian. Namanya pengungsian kita kan selalu terbatas, ada masa waktunya," ujar Dadang (48), salah satu warga saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Mayoritas Korban Kebakaran Tambora Pengontrak, Wali Kota Jakbar: Pemilik Harus Ikut Tanggung Jawab
Menurut dia, keterbatasan waktu operasional posko pengungsian di Musala Mahlul Ibadah membuat warga terpaksa harus kembali mandiri.
Mereka berencana menutup atap rumah mereka yang sudah rubuh dengan menggunakan terpal dan bambu sebagai tempat berteduh.
Dadang yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang bakso keliling mengaku kesulitan jika harus terburu-buru mencari hunian sewa baru.
Selain terkendala biaya, tidak mudah mencari kontrakan di kawasan padat Jakarta yang mengizinkannya memarkir gerobak dagangan di area kontrakan.
Baca juga: Korban Kebakaran Tambora Masih Bertahan di Pengungsian, Minta Bantuan Perbaiki Rumah
Oleh karena itu, membersihkan sisa puing rumah kontrakannya dan menutup bagian atasnya dengan terpal menjadi satu-satunya solusi agar ia bisa kembali menyambung hidup.
"Untuk cari tempat (kontrakan baru) mungkin enggak semudah itu untuk naruh gerobak. Apalagi namanya Jakarta di gang-gang itu enggak sembarangan naruh gerobak. Betul. Jadi kita yang ada tuh kita manfaatin dulu tempat yang ada aja dulu," tutur Dadang.
Ia menyebut, distribusi bantuan terpal baru mulai disalurkan kepada warga pada Senin ini.
Namun untuk mendirikannya, warga masih harus menunggu ataupun mencari material lain sebagai penyangga.
KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Korban kebakaran di Jalan Krendang Barat, Tambora, Jakarta Barat masih mengungsi di Musala Mahlul Ibadah hingga Senin (1/6/2026)
Baca juga: Sudah Gemetar Saja, Ketakutan Korban Kebakaran Tambora Saat Api Muncul Kembali
"Menyiasati untuk menghindari hujan ya, atau berteduh kita dengan terpal dulu dah. Kemungkinan kita esok hari atau lusa baru bisa pasang terpal, karena kan kita perlu segala peralatan yang lainnya, bambu atau kayu untuk penyangga dari terpal itu," ucapnya.
Adapun berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, warga korban kebakaran mulai bangkit dan bergotong royong memulihkan kondisi permukiman mereka.
Mereka tampak bahu-membahu menyingkirkan puing, arang, kayu, dan sisa perabotan yang hangus di sepanjang gang sempit tersebut.
Bahkan, para warga bergantian masuk ke tiap-tiap rumah kontrakan untuk menyiapkan pemasangan terpal secara bergantian.