Orang lebih mengenal Eropa sebagai barometer sepak bola dunia. Bangsa Inggris pertama kali membuat kodifikasi aturan sepak bola modern.
Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) juga dibentuk di Paris pada 21 Mei 1904 oleh tujuh negara Eropa: Prancis, Belgia, Denmark, Belanda, Spanyol, Swedia, dan Swiss.
Gagasan Piala Dunia didorong oleh seorang Ptancis, Jules Rimet, dan disetujui dalam Kongres FIFA di Amsterdam pada 26 Mei 1928. Berbeda dengan olimpiade yang hanya boleh diikuti pemain-pemain amatir, Piala Dunia mengakomodasi pemain-pemain sepak bola profesional.
Sejumlah negara Eropa seperti Italia, Swedia, Spanyol, Hungaria, dan Belanda mengajukan diri menjadi tuan rumah. Namun pada akhirnya, Uruguay yang berada di Amerika Selatan yang kemudian terpilih menjadi tuan rumah pertama dalam kongres FIFA di Barcelona pada 1929.
Bagi FIFA, Uruguay juga pilihan logis di tengah krisis ekonomi global Depresi Hebat yang terjadi pada 1929 hingga 1939, menyusul hancurnya pasar saham Wall Street di Amerika Serikat. Saat itu nasabah ramai-ramai menarik dana simpanan sehingga ribuan bank bangkrut. Sementara daya beli masyarakat turun di tengah berlimpahnya stok barang.
Sementara bagi pemerintah Uruguay, Piala Dunia bukan sekadar urusan sepak bola.tapi gengsi nasional, karena diselenggarakan bertepatan dengan perayaan seratus tahun kemerdekaan negara tersebut pada 1930.
Pemerintahan Juan Campisteguy. bersedia membiayai pembangunan stadion nasional baru berkapasitas 90 ribu penonton sekaligus menanggung biaya perjalanan seluruh peserta. Piala Dunia pertama akan melengkapi gelar Uruguay sebagai super power sepak bola yang sebelumnya berstatus juara sepak bola Olimpiade 1924 dan 1928.
Namun tak mudah bagi FIFA untuk mencari negara yang bersedia ikut serta dalam turnamen tersebut. Jarak yang jauh dan waktu perjalanan yang panjang membuat banyak negara Eropa enggan berangkat ke Amerika Selatan.
Presiden FIFA Jules Rimet bekerja keras mendekati sejumlah negara. Dengan bantuan Raja Carol II, Rumania akhirnya bersedia ikut serta dengan memberikan jaminan pekerjaan kepada seluruh pemain tim nasional negara itu seusai turnamen.
Sementara itu bagi sebagian pemain itu berarti kehilangan upah sebagai buruh, seperti Lucien Laurent yang harus cuti tanpa gaji dari pekerjaannya di pabrik mobil Peugeot.
Jules Rimet akhirnya bisa bernapas lega karena Prancis, Belgia, Rumania, dan Yugoslavia bersedia berpartisipasi. Selain tuan rumah Uruguay, peserta lainnya berasal dari benua Amerika, yakni Brasil, Bolivia, Chili, Paraguay, Peru, Amerika Serikat, dan Meksiko.Tiga belas negara peserta ini terbagi dalam empat grup, dan masing-masing juara grup langsung meluncur ke semifinal.
Jules Rimet bersama peserta dari Eropa berlayar menuju Uruguay dengan kapal SS Conte Verde yang berangkat dari Genoa, Italia, pada 21 Juni 1930. Dua pekan mengarungi samudra, tak banyak yang bisa dilakukan selain saling mengenal dan berlatih ringan menjaga kebugaran di atas dek kapal.
Mereka tiba di ibu kota Uruguay Montevideo pada 4 Juli 1930 dengan disambut ribuan orang. Para pemain hanya punya waktu sembilan hari untuk mempersiapkan diri sebelm pertandingan pembukaan digelar pada 13 Juli 1930.
Pemerintah Uruguay sebenarnya ingin pertandingan pembuka digelar Estadio Centenario. Namun hingga jelang kick-off, stadion itu belum juga selesai sehingga dua pertandingan pembuka digelar di Stadion Estadio Pocitos dan Stadion Parque Central.
Pemain Prancis, Lucien Laurent, mencetak gol perdana Piala Dunia setelah menyambar assist dari Ernest Liberati pada menit 19, yang mengawali kemenangan 4-1 Prancis atas Meksiko. Sementara itu di Parque Central, Amerika Serikat menghantam Belgia 3-0.
Argentina lolos ke semifinal sebagai pemuncak Grup 1 setelah mengalahkan Chile, Prancis, dan Meksiko. Penyerang berusia 25 tahun, Guillermo Stabile menjadi protagonis. Sementara Jules Rimet hanya bisa menyaksikan negaranya berada di posisi ketiga klasemen.
Kejutan terjadi di Grup 2 saat Yugoslavia lolos ke semifinal setelah mengalahkan Brasil 2-1. Sementara itu di Grup 3, Uruguay bukan tandingan Rumania dan Peru. Setelah mengalahkan Peru melalui gol Hector Castro, tuan rumah memastikan tiket semifinal lewat kemenangan meyakinkan atas Rumania.
Di Grup 4, krisis ekonomi agaknya tidak mempengaruhi tim nasional Amerika Serikat yang diperkuat pemain profesional. Mereka berhasil menggulung Paraguay dan Belgia untuk meraih tiket ke semifinal.
Namun lawan yang dihadapi Amerika Serikat terlalu tangguh di semifinal. Carlos Peucelle dan Guillermo Stabile menjadi motor utama kemenangan 6-1 Argentina atas Negeri Paman Sam.
Sehari kemudian, Yugoslavia sempat bikin suporter tuan rumah berdebar-debar setelah unggul lebih dulu melalui Dorde Vujadinovic. Namun Pedro Cea menjadi bintang Uruguay yang kemudian membenamkan tim tamu Yugoslavia dengan skor 6-1.
Babak final mempertemukan dua rival besar Amerika Selatan, Uruguay dan Argentina di Estadio Centenario. Pablo Dorado membawa Uruguay unggul. Namun babak pertama ditutup dengan keunggulan Argentina melalui kaki Carlos Peucelle dan Guillermo Stabile.
Tak mau kehilangan muka, Pedro Cea mencetak gol penyama kedudukan. Dukungan puluhan ribu penonton menjadi kunci. Uruguay mempertebal kemenangan melalui Santos Iriarte dan pemain yang dijuluki ‘El Manco’, Hector Castro.
Jose Nasazzi menjadi kapten tim nasional pertama yang menerima trofi ‘The Goddess of Victory’ dari tangan Jules Rimet. Kelak trofi ini lebih dikenal dengan Trofi Jules Rimet. [wir/aje]




