JAKARTA, DISWAY.ID - Kasus dugaan riset palsu yang melibatkan Prihantini dan Rifaldy Fajar memasuki babak baru.
Prihantini dan Rifaldy Fajar disebut melakukan plagiarisme dan mencuri riset milik orang lain.
Akun Threads @mamatsedunia membongkar tindakan plagiat dan pencurian riset yang dilakukan oleh Prihantini dan Rifaldy Fajar dengan menerjemahkan karya orang orang lain dari bahasa Indonesia menjadi bahasa Inggris.
Keduanya lalu mengirimkan penelitian tersebut untuk mendapatkan hadiah atau dana (grant).
Sebanyak 21 penelitian yang terindikasi "dicuri" oleh keduanya untuk mendapatkan hadiah dan grant internasional sejak tahuan 2018 hingga 2023.
BACA JUGA:Lulusan Kuliah Matematika UNY Kerja Apa? Jurusan Prihantini dan Rifaldy Fajar Terduga Riset Palsu
"Rifaldy sudah melakukan pemalsuan serupa tapi dengan metode yang berbeda, yakni terindikasi nyolong karya orang lain!! Setidaknya ada 21 penelitian skandal sebelum ada AI yang terindirikasi nyolong (yang sudah ketahuan)," kata akun @mamatsedunia, dikutip Senin, 1 Juni 2026.
"Semuanya disinyalir nyolong milik orang demi mendapatkan prestasi hadiah & grant internasional. Banyak karya orang lain yang bahasa Indonesia terus di-english-kan sama mereka dan dikirim buat dapat hadiah," sambungnya.
Prihantini dan Rifaldy Fajar Repackaging Karya Lama Riset IndonesiaDijelaskan adanya perubahan pola dugaan pelanggaran pada periode 2018-2023 awal dan 2023-2026.
Pada periode 2018-2023 awal, aksinya didominasi dengan dugaan "repackaging" atau pengemasan ulang karya lama Indonesia yang diubah menjadi abstrak konferensi berbahasa Inggris.
BACA JUGA:Sebelum Tren AI, Rifaldy Fajar Palsukan Riset dengan Plagiat Karya Orang Lain Demi Prestasi Internasional
Kesamaan ditemukan bukan hanya dari judul saja, namun juga metode penelitian, dataset, parameter, hingga hasil penelitian.
"Periode pertengahan 2023-2026 tampak bergeser ke abstrak yang jauh lebih kompleks dengan tema AI, multi-omics, spatial transcriptomics, ctDNA, & deep learning. Pola ini konsisten dengan kemungkinan penggunaan AI-assisted/synthetic abstract," tuturnya.
"Karena itu, jika 2018-awal 2023 lebih tepat diaudit dari sisi plagiasi & pencatutan nama secara sepihak, maka akhir 2023-2026 lebih tepat diaudit dari sisi validitas dataset, raw data, kode analisis, ethical approval, serta keterlibatan co-author dan afiliasi," sambungnya.
Daftar Riset Diduga Dicuri Prihantini dan Rifaldy Fajar
- 1
- 2
- 3
- 4
- »
- Last





