Lamongan, Jawa Timur (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lamongan, Jawa Timur, memasok hasil panen selada hidroponik ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Keduyung, Kecamatan Laren, guna mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan Heri Sulistyo mengatakan selada hidroponik yang dibudidayakan warga binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Lamongan mampu menghasilkan panen sekitar 15 kilogram per hari.
"Melalui program pembinaan ini warga binaan mampu menghasilkan selada hidroponik berkualitas dengan produksi sekitar 15 kilogram per hari yang kini kami suplai ke SPPG Keduyung untuk mendukung Program MBG," kata Heri Sulistyo di Lamongan, Senin.
Ia menjelaskan program pertanian hidroponik tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keterampilan bagi warga binaan, tetapi juga menghasilkan produk pertanian yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial.
Baca juga: BGN ingatkan pengelola SPPG tentang syarat standar operasional
Menurut dia, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan produktif tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kesiapan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.
Heri menambahkan kegiatan tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui berbagai unit kegiatan kerja yang produktif.
Penyaluran hasil panen ke SPPG merupakan bentuk sinergi pemasyarakatan dalam mendukung program strategis nasional, sekaligus menunjukkan hasil pembinaan yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi.
Baca juga: Pemkot Makassar gencarkan pertanian perkotaan guna pasok kebutuhan MBG
Baca juga: Sebanyak 57.600 UMKM terlibat sebagai pemasok MBG
Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan Heri Sulistyo mengatakan selada hidroponik yang dibudidayakan warga binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Lamongan mampu menghasilkan panen sekitar 15 kilogram per hari.
"Melalui program pembinaan ini warga binaan mampu menghasilkan selada hidroponik berkualitas dengan produksi sekitar 15 kilogram per hari yang kini kami suplai ke SPPG Keduyung untuk mendukung Program MBG," kata Heri Sulistyo di Lamongan, Senin.
Ia menjelaskan program pertanian hidroponik tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keterampilan bagi warga binaan, tetapi juga menghasilkan produk pertanian yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat sosial.
Baca juga: BGN ingatkan pengelola SPPG tentang syarat standar operasional
Menurut dia, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan produktif tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kesiapan mereka untuk kembali ke tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.
Heri menambahkan kegiatan tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui berbagai unit kegiatan kerja yang produktif.
Penyaluran hasil panen ke SPPG merupakan bentuk sinergi pemasyarakatan dalam mendukung program strategis nasional, sekaligus menunjukkan hasil pembinaan yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi.
Baca juga: Pemkot Makassar gencarkan pertanian perkotaan guna pasok kebutuhan MBG
Baca juga: Sebanyak 57.600 UMKM terlibat sebagai pemasok MBG





