Kasus Pembubaran Paksa Ibadah Jemaat GMS di Bantul Naik ke Tahap Penyidikan, Polda DIY Periksa 16 Saksi

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Sleman, tvOnenews.com - Penanganan kasus dugaan pembubaran paksa kegiatan ibadah jemaat di Gereja Misi Sejahtera (GMS) Kabupaten Bantul memasuki babak baru. 

Polda DI Yogyakarta menyatakan perkara tersebut telah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Hingga saat ini, terdapat belasan orang saksi yang telah menjalani pemeriksaan. 

"Pada Jumat (29/5/2026) lalu, penyidik Polda DIY telah melakukan gelar perkara dan meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan. Penyidik sampai saat ini telah melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap 16 saksi," tutur Kombes Pol Ihsan, Kabid Humas Polda DIY, Senin (1/6/2026). 

Menyikapi peristiwa ini, mantan Kapolres Bantul tersebut menegaskan bahwa kebebasan beribadah dijamin oleh konstitusi, sehingga Polda DIY tidak akan mentolerir segala bentuk gangguan intimidasi maupun aksi sepihak yang mengganggu jalannya peribadatan. 

Pun, mengimbau kepada masyarakat tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh video atau narasi-narasi yang beredar di media sosial yang sifatnya provokasi. 

"Percayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan permasalahan ini. Kami akan terus mengupdate perkembangan terkait kasus ini sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kami kepada publik," kata Ihsan. 

Diberitakan sebelumnya, tindakan persekusi oleh organisasi masyarakat (ormas) Islam terjadi pada Minggu (24/5/2026) lalu. 

Saat itu, laskar Front Jihad Islam (FJI) mendatangi GMS dan meminta pihak gereja agar kegiatan ibadah dibubarkan dengan alasan tidak memiliki izin dan adanya penolakan dari warga. 

Mereka menganggap kegiatan ibadah GMS tersebut berpotensi mengganggu kerukunan umat beragama dan harmonisasi masyarakat. Imbas keributan tersebut, kegiatan ibadah akhirnya dibubarkan. 

"Kami sangat menyesalkan terjadinya insiden pembubaran ibadah yang diikuti dugaan tindakan intimidasi dan ancaman baik secara fisik dan verbal dari sekelompok oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap saudara-saudara GMS Bantul," ucap Josiah Michael, Humas GMS Pusat dalam keterangannya dikutip, Rabu (27/5/2026) lalu 

Di sisi lain, tindakan persekusi ini juga meninggalkan trauma bagi para jemaat gereja, utamanya kalangan anak-anak. 

"Kejadian ini menyisakan luka dan trauma pada jemaat terutama jemaat yang masih anak-anak," kata Josiah. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terungkap! Ini Identitas 5 Korban Tewas Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Papua
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Semangat Persatuan Menguat, HIPMI Maluku Utara Beretekad Sukseskan Musdalub
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pilpres Kolombia Berlanjut ke Putaran Kedua, Kandidat Oposisi Unggul
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Timteng Membara Lagi, Iran Setop Semua Nego Damai Perang dengan AS
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bareskrim Tetapkan 2 Bos Swasta jadi Tersangka Impor HP Ilegal dari China
• 13 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.