MAARIF Institute Gelar Bulan Buya Syafii Maarif Lewat Pentas Kaba

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Sepanjang bulan Mei hingga Juni, MAARIF Institute mengajak kembali masyarakat Indonesia secara umum untuk menelusuri keteladanan luhur Sang Guru Bangsa, Ahmad Syafii Maarif, melalui rangkaian penyelenggaraan Bulan Buya yang digelar lintas wilayah di Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Jakarta.

Skema tahun ini dirancang bergerak secara estafet di tiga kota besar tersebut, dimulai dari keberhasilan MAARIF Institute menyelenggarakan pameran seni rupa bertajuk "Suluh Bangsa" hasil kolaborasi apik dengan Kiniko Art di Yogyakarta pada akhir pekan lalu. Melanjutkan estafet kultural tersebut, Sumatera Barat selanjutnya menjadi tuan rumah agenda utama kedua.

Dalam hal ini, MAARIF Institute bekerja sama dengan Komunitas Talago Buni dan Institut Seni Indonesia Padang Panjang mempersembahkan Pentas Budaya kolaboratif bertajuk "Bertutur tentang Guru Bangsa: Kaba Kebangsaan dari Minangkabau" pada Minggu, 31 Mei 2026, di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam, ISI Padang Panjang. Seluruh rangkaian perayaan Bulan Buya ini nantinya akan bergerak menuju puncaknya yang direncanakan bertempat di Jakarta pada pertengahan bulan Juni mendatang.

“Dipilihnya Ranah Minang sebagai simpul kedua dari rangkaian tiga kota ini membawa pesan mendalam. Agenda pentas budaya yang digelar secara gratis dan terbuka untuk umum ini bukan sekadar sebuah tontonan semata, melainkan sebuah undangan terbuka untuk merenung bersama di tengah riuh dan dinamisnya tantangan zaman,” kata Manajer Pelaksana, Akbar Nicholas.

Melalui medium pertunjukan seni bertutur, ingatan serta ketegasan moral Buya Syafii Maarif dihidupkan kembali, mengajak kita semua untuk pulang pada nilai-nilai keadaban luhur yang dihidupkan beliau sepanjang perjalanan hidupnya, salah satunya di bumi Minangkabau.

Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif MAARIF Institute, Andar Nubowo, DEA, Ph.D., menyampaikan bahwa peringatan hari lahir dan empat tahun wafatnya Buya Syafi'i Maarif merupakan salah satu upaya untuk merawat dan mengembangan pemikiran dan gagasan Buya Syafii, di tengah kehidupan bangsa yang majemuk.

“Satu momen reflektif yang menyentuh sisi emosional dan intelektual hadirin sebelum memasuki pertunjukan utama adalah sesi membaca ulang Kuliah Umum Buya Syafii Maarif,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Pemotor Masuk Tol Pasir Koja Bandung, Melaju di Jalur Kanan hingga Menyalip
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Bom Diduga Sisa Perang Dunia II Meledak di Biak Numfor, Lima Orang Tewas
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Pemilik WO di Jakarta Timur Diduga Terapkan Praktik Gali Lubang Tutup Lubang, Manfaatkan Uang dari Klien Baru
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa Bandung 1 Juni 2026
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Akrab dengan Megawati di Peringatan Hari Pancasila, Jokowi Tak Hadir
• 9 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.