VIVA – Kejadian-kejadian luar biasa sering terlahir dari pertandingan sepakbola. Ada kisah comeback dramatis, gol-gol spektakuler, hingga pertandingan yang dikenang karena kontroversinya.
Seperti yang terjadi di Madagaskar pada tahun 2002 mungkin adalah salah satu cerita paling aneh yang pernah tercatat dalam sejarah olahraga.
Bayangkan sebuah tim menang dengan skor 149-0 tanpa harus bersusah payah menyerang. Lebih aneh lagi, hampir seluruh gol tersebut dicetak oleh lawan mereka sendiri.
Kedengarannya seperti lelucon atau cerita yang dibuat-buat. Namun peristiwa itu benar-benar terjadi dan hingga kini masih tercatat dalam Guinness World Records sebagai skor terbesar dalam sejarah sepakbola profesional.
Peristiwa unik tersebut terjadi pada Oktober 2002 dalam pertandingan Liga Utama Madagaskar yang mempertemukan Stade Olympique de l'Emyrne (SOE) melawan rival mereka, AS Adema.
Awalnya laga tersebut seharusnya menjadi pertandingan biasa. Namun suasana panas sudah terasa bahkan sebelum peluit kick-off dibunyikan.
SOE datang dengan amarah yang belum reda. Mereka baru saja kehilangan peluang mempertahankan gelar juara setelah hasil imbang kontroversial pada pertandingan sebelumnya.
Saat itu SOE unggul 2-1 hingga menit-menit akhir sebelum wasit memberikan penalti yang dianggap sangat merugikan mereka. Penalti tersebut berbuah gol penyeimbang dan sekaligus menghancurkan mimpi SOE mempertahankan gelar liga.
Keputusan wasit itulah yang menjadi awal dari sebuah aksi protes paling ekstrem dalam sejarah sepakbola. Alih-alih bermain normal saat menghadapi AS Adema, para pemain SOE memilih melakukan sesuatu yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.
Begitu pertandingan dimulai dan mereka menguasai bola, para pemain SOE langsung mengarahkan bola ke gawang sendiri. Gol bunuh diri pertama tercipta. Lalu gol kedua. Kemudian gol ketiga. Dan terus berlanjut tanpa henti.
Selama 90 menit penuh, para pemain SOE berulang kali memasukkan bola ke gawang mereka sendiri sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit yang mereka anggap telah merampas gelar juara.
Dengan rata-rata satu gol setiap 36 detik, papan skor terus bergerak hingga angka yang sulit dipercaya. 149-0. AS Adema menang tanpa perlu bersusah payah menyerang.





