Video; Harga Gas Naik-Lawan Produk China, Bisnis Tekstil Kian Terdesak

cnbcindonesia.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Belum pulih dari dampak pandemi covid-19, idnsutri tekstil dan produk tekstil (TPT) kembali menghadpai tekanan bisnis akibat perang Timur Tengah, lonjakan harga energi, BBM dan gas hingga pelemahan nilai tukar Rupiah dan kenaikan suku bunga.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta mengatakan saat ini kenaikan harga gas menjadi beban yang menambah berat industri. Meski mendapatkan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) di USD 7 per MMBTU namun kuotanya terbatas hanya 65% dari kebutuhan dan sisanya harga norma yang terus naik.

Kondisi tekanan ini tidak hanya membebani biaya produksi namun juga menakan daya saing produk tekstil RI, akibatnya makin sulit untuk melawan produk impor China yang lebih murah.

Seperti apa tantangan bisnis tekstil RI? Selengkapnya simak dialog Bunga Cinka dengan Ketua Umum Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), Redma Gita Wirawasta di CNBC Indonesia

Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Siap Hadapi Perlawanan Mafia Ekonomi, Tegaskan Transformasi Nasional Tak Bisa Dihentikan
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Bank Besar Mulai Gantikan Manusia dengan AI, Lebih dari 7.000 Pekerja Jadi Korban
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
KUIS: Tebak Nama Negara dari Ikonnya, Yakin Tahu Semua?
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Cerita Nenek 80 Tahun Selamat dari Kebakaran Kemayoran, Jauhi Kobaran Api Pakai Tongkat
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Seskab Teddy Respons Kritik Dino Patti Djalal soal Biaya Kunker Presiden ke Luar Negeri
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.