Tarif Listrik PLN Awal Pekan Juni 2026 Dipastikan Tetap, Ini Daftar Lengkap Harga per kWh

kompas.tv
12 jam lalu
Cover Berita
Foto arsip. Pemerintah kembali memberikan diskon tarif listrik sebesar 50 persen, mulai 5 Juni hingga 31 Juli 2025. Program serupa pernah dilakukan pemerintah pada Januari-Februari lalu. (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah memastikan tarif listrik untuk seluruh pelanggan PT PLN (Persero) tetap berlaku tanpa perubahan pada periode 1-7 Juni 2026 atau pekan awal Juni. Keputusan ini memberikan kepastian bagi masyarakat karena tidak ada kenaikan biaya listrik di awal bulan.

Baik pelanggan subsidi maupun non-subsidi masih membayar tarif yang sama seperti yang telah ditetapkan pada Triwulan II 2026. Kebijakan tersebut diambil di tengah upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang aktivitas ekonomi nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno, mengatakan pemerintah sengaja mempertahankan tarif listrik meski terdapat ruang untuk penyesuaian berdasarkan perhitungan indikator ekonomi.

"Pemerintah telah menetapkan tarif listrik periode Triwulan II tahun 2026 tetap. Penetapan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat," ujar Tri dalam keterangan resmi dikutip Antara, Senin (1/6/2026).

Baca Juga: Kloter Pertama Haji Indonesia Mulai Pulang, 445 Jamaah Embarkasi Batam Tinggalkan Makkah

Menurut pemerintah, stabilitas tarif listrik menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi sekaligus menjaga iklim usaha dan industri tetap kompetitif.

4 Faktor yang Menjadi Dasar Penetapan Tarif

Penentuan tarif listrik mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang tarif tenaga listrik yang disediakan PT PLN (Persero).

Dalam aturan tersebut, tarif pelanggan non-subsidi dievaluasi setiap tiga bulan berdasarkan sejumlah indikator ekonomi makro.

Adapun faktor yang menjadi dasar perhitungan meliputi:

  • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
  • Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP).
  • Tingkat inflasi.
  • Harga Batu Bara Acuan (HBA).

Untuk Triwulan II 2026, pemerintah menggunakan data ekonomi periode November 2025 hingga Januari 2026 dengan rincian:

  • Kurs rupiah sebesar Rp16.743,46 per dolar AS.
  • ICP sebesar 62,78 dolar AS per barel.
  • Inflasi sebesar 0,22 persen.
  • HBA sebesar 70 dolar AS per ton.

Meski hasil evaluasi menunjukkan potensi perubahan tarif, pemerintah memilih mempertahankan harga listrik yang berlaku saat ini.

Daftar Tarif Listrik Rumah Tangga Non-Subsidi

Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Antara

Tag
  • tarif listrik
  • listrik pln
  • pelanggan pln
  • listrik subsidi
  • listrik rumah
  • biaya listrik
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Remaja yang Alami Koma 3 Minggu, Mimpi Punya Anak Kembar Selama 7 Tahun
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Myanmar U-19, Kick-off 20.00 WIB
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Menjadi Sarjana Akademik Tetap Paling Diminati Ketika Ada Pilihan Sarjana Terapan
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Kepada Jurnalis Italia, Emil Audero Bicara Jujur soal Masa Depannya Jelang Bela Timnas Indonesia
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Pelupessy dan Verdonk belum gabung latihan terbuka Timnas Indonesia
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.