Tangerang, Banten menjadi wilayah dengan kualitas udara paling tidak sehat di Indonesia pagi ini. Dari pantauan situs IQAir pukul 07.20 WIB, kualitas udara Tangerang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, dengan poin AQI 148.
Kualitas udara Tangerang masih relatif aman untuk kelompok masyarakat umum. Meski demikian, udara di kota tersebut rentan bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru.
"Kelompok sensitif memiliki risiko kesehatan yang jauh lebih besar dan harus sangat berhati-hati. Mereka harus menghindari semua aktivitas di luar ruangan," tulis IQAir dalam lamannya, dikutip Selasa (2/6).
Selain Tangerang, berikut sejumlah wilayah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pagi ini:
- Tangerang, Banten, dengan poin AQI 148 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
- Surabaya, Jawa Timur, dengan poin AQI 144 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
- Pontianak, Kalimantan Barat, dengan poin AQI 110 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
- Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 107 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
- Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 107 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Sementara, kualitas udara paling sehat tercatat di Kota Pekanbaru, Riau, dengan poin AQI 54. Dengan poin tersebut, kualitas udara Pekanbaru masih tergolong sedang. Kemudian disusul Palangka Raya di Kalimantan Tengah dengan poin AQI 62 dan Jakarta dengan poin AQI 88, keduanya juga masuk kategori sedang.
Di lingkup global, kualitas udara terbaik atau paling sehat terpantau berada di Tehran, Iran, dengan poin AQI 6. Baru disusul Melbourne (Australia) dengan poin AQI 8 dan Sydney (Australia) dengan poin AQI 11. Kualitas udara ketiga kota besar itu tergolong baik.
Berbalik dengan kondisi tersebut, beberapa kota besar ini justru memiliki kualitas udara sangat buruk:
- Santiago, Chili, dengan poin AQI 158 atau dalam kategori tidak sehat.
- Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan poin AQI 152 atau dalam kategori tidak sehat.
- Wuhan, Cina, dengan poin AQI 137 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
- Kathmandu, Nepal, dengan poin AQI 117 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
- Delhi, India, dengan poin AQI 115 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Indeks AQI merupakan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks umumnya mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.
Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.
Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150.
Sementara itu, kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.
Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.




