Sebanyak 380 jemaah haji kloter pertama debarkasi Surabaya tiba di asrama haji Sukolilo Surabaya. Kedatangan jemaah haji kali ini menjadi momen perdana penerapan koridor imigrasi berbasis biometrik yang mempercepat proses pemeriksaan setelah tiba dari Tanah Suci.
Setelah turun dari bus dan memasuki gedung Muzdalifah asrama haji Surabaya, para jemaah haji langsung menjalani proses pemeriksaan keimigrasian melalui seamless corridor atau koridor tanpa hambatan. Teknologi berbasis biometrik ini memungkinkan para petugas melakukan verifikasi identitas secara otomatis melalui pemindaian wajah. Sehingga para jemaah tidak perlu lagi menunjukkan paspor atau menunggu proses penyetempelan dokumen perjalanan.
“Luar biasa, mereka (jemaah haji) enggak perlu ngantre, kemudian hanya melihat layar, melihat iris-nya dan itu tanpa harus dicap paspor-nya. Saya juga baru kali ini melihat bahwa ada layanan yang bisa memudahkan.” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime, Metro TV, Selasa, 2 Juni 2026.
Baca juga: Menhaj Lepas Kepulangan Jemaah Haji ke Tanah Air
Inovasi yang diterapkan pada masa haji tahun ini dinilai mampu memangkas waktu layanan dan mengurangi kepadatan antrean. Terutama bagi jemaah yang baru menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi. Penerapan sistem tersebut menjadi bentuk sinergi antara asrama haji dan imigrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi jemaah haji yang kembali ke Tanah Air.




