Prabowo Presiden ke Luar Negeri untuk Bangun Diplomasi

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet (Seskab) mengungkapkan bahwa intensitas kunjungan luar negeri Prabowo Subianto Presiden didorong oleh kebutuhan untuk membangun hubungan yang kuat dengan para pemimpin dunia di tengah situasi global yang terus berubah dan penuh ketidakpastian.

Hal tersebut disampaikan Teddy melalui unggahan resmi Sekretariat Kabinet di Jakarta, Senin (1/6/2026), sebagai respons atas aspirasi Dino Patti Djalal mantan Wakil Menteri Luar Negeri terkait perjalanan luar negeri Presiden. “Setiap pemimpin tentunya harus membangun hubungan yang dekat antarpemimpin dunia. Kita tidak bisa hanya mengandalkan momen krisis untuk meminta bantuan. Kita harus panen hubungan yang baik, agar bila suatu saat ada kondisi mendesak, kita bisa saling membantu,” ujarnya seperti dilaporkan Antara.

Teddy menjelaskan bahwa perkembangan dunia yang sangat dinamis menuntut Presiden untuk memiliki jadwal kunjungan yang terencana, baik yang bersifat tahunan maupun yang bersifat mendesak sesuai kebutuhan dalam dan luar negeri.

Ia juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo mulai memimpin Indonesia di tengah berbagai krisis internasional yang terjadi di berbagai kawasan, sehingga menuntut kepala negara untuk aktif menjalin komunikasi dan hubungan langsung dengan para pemimpin negara lain. Hubungan antarnegara, kata Teddy, tidak dapat dibangun secara mendadak saat krisis terjadi, melainkan harus dirawat sejak dini melalui kedekatan dan kepercayaan yang terbangun secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Teddy menekankan bahwa diplomasi tidak selalu harus dilakukan melalui pertemuan formal yang terbuka bagi publik, melainkan juga dapat berlangsung melalui komunikasi personal yang bersifat tertutup.

Menanggapi usulan mantan Wamenlu Dino agar pertemuan dengan kepala negara lain dapat dioptimalkan di sela-sela forum internasional, Teddy menyatakan bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan keputusan Presiden Prabowo bersama Menteri Luar Negeri berdasarkan skala prioritas kepentingan nasional. “Beliau lah yang mengetahui mana yang prioritas, mana pertemuan yang harus diutamakan, mana yang bisa langsung ataupun cukup menggunakan telepon, mana yang perlu diberitakan, mana yang tidak,” terang Teddy.

Ia menambahkan bahwa tidak semua komunikasi diplomatik harus dijalankan melalui tatap muka langsung, karena dalam sejumlah situasi, sambungan telepon atau jalur diplomasi lainnya dapat menjadi pilihan yang lebih efisien.

Sebelumnya, mantan Dino Patti Djalal Wamenlu melontarkan sejumlah kritik terhadap perjalanan luar negeri Presiden Prabowo. Beberapa poin yang menjadi sorotannya meliputi pembiayaan kunjungan, besarnya jumlah rombongan yang ikut serta, transparansi jadwal kunjungan, frekuensi perjalanan ke berbagai negara dalam kurun 1,5 tahun, hingga usulan agar pertemuan bilateral lebih dioptimalkan dalam forum-forum internasional.(ant/iss/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rayhan Hannan senang kembali dipanggil timnas senior Indonesia
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Pemprov DKI Jakarta Hapus Denda Pajak Kendaraan hingga 31 Agustus 2026
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Anggota Timwas Haji DPR Dorong Perlindungan Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel yang Melapor
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Kunjungan Luar Negeri Prabowo Dikritik, Gerindra: Jangan Cuma Hitung Biaya, tapi Lihat Manfaatnya
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Gempa Berkekuatan 6,2 Magnitudo Landa Italia
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.