Jakarta (ANTARA) - Pemain Persija Jakarta Rayhan Hannan mengaku senang akhirnya kembali mendapatkan panggilan timnas senior Indonesia yang kali ini akan berlaga pada ajang FIFA Match Day melawan Oman dan Mozambik.
Jika diturunkan pada dua laga yang digelar Jumat (5/6) dan Selasa (9/6) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, itu akan menambah caps Hannan yang kini memiliki tiga caps untuk tim Garuda pada Desember 2024 pada ajang Kejuaraan ASEAN 2024 atau Piala AFF 2024.
"Rasanya senang, apalagi ini senior pertama saya dengan banyak diaspora. Jadi belajar banyak juga dengan mereka," kata Hannan ketika ditemui awak media di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.
Hannan lalu ditanya perjalanannya bersama Persija musim ini, dengan start lambat yang ia alami sebelum kemudian mulai menemukan performa terbaiknya pada 10 pertandingan terakhir sejak Maret.
Dari 10 pertandingan itu, hanya sekali Hannan tak menjadi starter. Sisanya, ia selalu tampil sejak menit awal, di mana dia mengakhirinya dengan catatan tiga gol dan satu assist, yang menjadi total kontribusi golnya sepanjang musim ini.
Baca juga: Masuk skuad timnas senior, Mathew Baker dimentori oleh Kevin Diks
Saat mengungkapkan apa yang terjadi di balik itu, pemain berusia 22 tahun itu mengatakan itu bagian dari sepak bola. Sebagai pemain, ia hanya tak menyerah dan tetap bekerja keras.
"Ya mungkin itu sepak bola. Sama kayak hidup, kadang di atas kadang di bawah, tapi saya gak pernah hilang fokus, saya kerja keras, dan semua akan datang pada waktunya," kata Hannan.
Sementara itu, di kesempatan berbeda pelatih timnas Indonesia John Herdman mengungkapkan alasannya memanggil Hannnan karena sang pemain memiliki atribut yang dibutuhkannya di dalam tim.
"Setiap posisi memiliki profil yang mencakup aspek fisik, teknis, dan taktis. Rayhan sangat cocok dalam beberapa aspek teknis dan taktis tersebut," ungkap Herdman.
"Intensitas pressing-nya mencerminkan identitas yang ingin kami lihat. Kemampuannya bermain di antara lini lawan dan memecah garis pertahanan juga berada pada level yang baik," kata dia.
"Sekarang tugas kami adalah mengujinya ketika berhadapan dengan pemain seperti Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Kevin Diks. Itu level yang berbeda. Apakah dia bisa beradaptasi? Dia memulai dengan baik dan semoga terus berkembang," kata dia.
Baca juga: John Herdman ungkap fokus utama timnas Indonesia jelang FIFA Match Day
Baca juga: Rizky Ridho jadi kapten timnas Indonesia lawan Oman dan Mozambik
Jika diturunkan pada dua laga yang digelar Jumat (5/6) dan Selasa (9/6) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, itu akan menambah caps Hannan yang kini memiliki tiga caps untuk tim Garuda pada Desember 2024 pada ajang Kejuaraan ASEAN 2024 atau Piala AFF 2024.
"Rasanya senang, apalagi ini senior pertama saya dengan banyak diaspora. Jadi belajar banyak juga dengan mereka," kata Hannan ketika ditemui awak media di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.
Hannan lalu ditanya perjalanannya bersama Persija musim ini, dengan start lambat yang ia alami sebelum kemudian mulai menemukan performa terbaiknya pada 10 pertandingan terakhir sejak Maret.
Dari 10 pertandingan itu, hanya sekali Hannan tak menjadi starter. Sisanya, ia selalu tampil sejak menit awal, di mana dia mengakhirinya dengan catatan tiga gol dan satu assist, yang menjadi total kontribusi golnya sepanjang musim ini.
Baca juga: Masuk skuad timnas senior, Mathew Baker dimentori oleh Kevin Diks
Saat mengungkapkan apa yang terjadi di balik itu, pemain berusia 22 tahun itu mengatakan itu bagian dari sepak bola. Sebagai pemain, ia hanya tak menyerah dan tetap bekerja keras.
"Ya mungkin itu sepak bola. Sama kayak hidup, kadang di atas kadang di bawah, tapi saya gak pernah hilang fokus, saya kerja keras, dan semua akan datang pada waktunya," kata Hannan.
Sementara itu, di kesempatan berbeda pelatih timnas Indonesia John Herdman mengungkapkan alasannya memanggil Hannnan karena sang pemain memiliki atribut yang dibutuhkannya di dalam tim.
"Setiap posisi memiliki profil yang mencakup aspek fisik, teknis, dan taktis. Rayhan sangat cocok dalam beberapa aspek teknis dan taktis tersebut," ungkap Herdman.
"Intensitas pressing-nya mencerminkan identitas yang ingin kami lihat. Kemampuannya bermain di antara lini lawan dan memecah garis pertahanan juga berada pada level yang baik," kata dia.
"Sekarang tugas kami adalah mengujinya ketika berhadapan dengan pemain seperti Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Kevin Diks. Itu level yang berbeda. Apakah dia bisa beradaptasi? Dia memulai dengan baik dan semoga terus berkembang," kata dia.
Baca juga: John Herdman ungkap fokus utama timnas Indonesia jelang FIFA Match Day
Baca juga: Rizky Ridho jadi kapten timnas Indonesia lawan Oman dan Mozambik





