Urumqi (ANTARA) - Layanan baru milik maskapai China Southern Airlines yang menghubungkan Guangzhou di China selatan, Urumqi di China barat laut, dan Frankfurt di Jerman mulai beroperasi pada Senin (1/6).
Hal ini menandai rute penerbangan penumpang internasional langsung pertama dari Daerah Otonom Uighur Xinjiang di China barat laut menuju Jerman.
Rute itu menjadikan Urumqi, ibu kota daerah tersebut, sebagai salah satu lokasi persinggahan dalam layanan penerbangan antarbenua dua kali sepekan menuju Frankfurt, dengan durasi penerbangan Urumqi-Frankfurt memakan waktu sekitar delapan jam, sebut maskapai itu.
Bagi penumpang di Xinjiang yang melakukan perjalanan ke Eropa Tengah, layanan baru itu dapat memangkas total waktu perjalanan hingga lebih dari 10 jam, karena mereka sebelumnya kerap kali harus transit melalui kota-kota seperti Beijing, Shanghai, atau Guangzhou.
Rute itu dioperasikan pada Senin dan Jumat menggunakan pesawat berbadan lebar Boeing 787-9, dengan perjalanan pulang-pergi menyediakan hampir 600 kursi per pekan, menurut China Southern Airlines.
Seorang pejabat China Southern Airlines cabang Xinjiang menuturkan rute itu akan membantu memperluas perdagangan, pariwisata, dan pertukaran antarmasyarakat antara China dan Eropa, terutama mengingat China telah memperkenalkan kebijakan bebas visa unilateral bagi warga negara Jerman.
Xinjiang terus memperluas perannya sebagai gerbang keterbukaan China ke arah barat. Saat ini, daerah itu memiliki 28 rute penumpang internasional reguler dan 31 rute kargo internasional yang menghubungkannya dengan Asia Tengah, Asia Barat, dan Eropa, papar Xinjiang Airport Group.
Hal ini menandai rute penerbangan penumpang internasional langsung pertama dari Daerah Otonom Uighur Xinjiang di China barat laut menuju Jerman.
Rute itu menjadikan Urumqi, ibu kota daerah tersebut, sebagai salah satu lokasi persinggahan dalam layanan penerbangan antarbenua dua kali sepekan menuju Frankfurt, dengan durasi penerbangan Urumqi-Frankfurt memakan waktu sekitar delapan jam, sebut maskapai itu.
Bagi penumpang di Xinjiang yang melakukan perjalanan ke Eropa Tengah, layanan baru itu dapat memangkas total waktu perjalanan hingga lebih dari 10 jam, karena mereka sebelumnya kerap kali harus transit melalui kota-kota seperti Beijing, Shanghai, atau Guangzhou.
Rute itu dioperasikan pada Senin dan Jumat menggunakan pesawat berbadan lebar Boeing 787-9, dengan perjalanan pulang-pergi menyediakan hampir 600 kursi per pekan, menurut China Southern Airlines.
Seorang pejabat China Southern Airlines cabang Xinjiang menuturkan rute itu akan membantu memperluas perdagangan, pariwisata, dan pertukaran antarmasyarakat antara China dan Eropa, terutama mengingat China telah memperkenalkan kebijakan bebas visa unilateral bagi warga negara Jerman.
Xinjiang terus memperluas perannya sebagai gerbang keterbukaan China ke arah barat. Saat ini, daerah itu memiliki 28 rute penumpang internasional reguler dan 31 rute kargo internasional yang menghubungkannya dengan Asia Tengah, Asia Barat, dan Eropa, papar Xinjiang Airport Group.





