Grid.ID - Media sosial kembali menjadi ruang curhat bagi sejumlah figur publik untuk mengungkapkan isi hati mereka. Kali ini, Riyuka Bunga membagikan perasaannya terkait ketakutan yang selama ini ia rasakan saat harus berinteraksi dengan banyak orang, baik di dunia nyata maupun di hadapan publik.
Melalui unggahan di akun Threads pribadinya, Riyuka Bunga mengaku dirinya termasuk orang yang sangat berhati-hati dalam berbicara. Bahkan, karena rasa takut tersebut, ia jarang menerima tawaran tampil dalam berbagai program publik seperti podcast, talkshow televisi, hingga siaran langsung di media digital.
"Curhat, gua jarang banget ambil tawaran podcast, talkshow di TV, atau live streaming karena gua takut banget salah ngomong," tulis Riyuka Bunga di akun Threadsnya yang dikutip Grid.ID pada Selasa (2/6/2026).
Riyuka Bunga mengaku bahwa dirinya kerap berantakan dalam berbicara. Hal tersebutlah yang membuat dirinya takut orang lain salah paham atas apa yang ia ucapkan.
"Gua kalo ngomong berantakan, kadang pertanyaan jadi pernyataan, jokes doang disangka beneran. Takut banget orang salah paham sama apa yang gua ucapkan," katanya.
Tidak hanya soal komunikasi, Riyuka juga mengungkapkan kebiasaannya yang cenderung menarik diri dari kehidupan sosial di media sosial. Ia mengaku jarang melihat unggahan Instagram Stories milik orang lain karena khawatir muncul perasaan iri terhadap pencapaian mereka.
Dalam pengakuannya, Riyuka bahkan sempat mempertanyakan dirinya sendiri. Ia merasa terlalu fokus pada kehidupan pribadi hingga kurang memberi perhatian pada kehidupan orang-orang di sekitarnya.
"Eh ada yang salah nggak sih sama gua? Gua tuh terlalu fokus sama diri sendiri. Males liat IG story orang, takut ngiri sama pencapaian mereka," tulis Riyuka.
Perasaan itu semakin terasa ketika Riyuka mengungkapkan bahwa dirinya juga jarang berkumpul atau bermain dengan orang lain. Alasannya bukan karena tidak ingin bersosialisasi, melainkan karena takut tanpa sengaja mengucapkan sesuatu yang dapat menyakiti perasaan orang lain.
Ketakutan tersebut membuatnya memilih untuk membatasi interaksi dan lebih banyak menghabiskan waktu sendiri. Akibatnya, ia merasa kehidupannya berjalan monoton dan kurang memiliki kedekatan sosial dengan banyak orang.
"Gua jarang main, karena takut ada kata-kata gua yang nyakitin mereka, jadi hidup gua gitu-gitu aja. Kaya terlalu sendirian banget sangking takutnya jadi manusia toxic buat orang lain," tutupnya. (*)
Artikel Asli




