Seskab Teddy soal Prabowo Sering ke Luar Negeri: Investasi Masuk Rp 2.430 T

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya mengungkapkan hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri menciptakan komitmen investasi Rp 2.430 triliun dalam kurun waktu 1,5 tahun menjabat.

Melalui unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet Senin (1/6), Teddy merespons kritik yang disampaikan Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait frekuensi lawatan Prabowo yang dinilai terlalu sering.

Teddy membantah kalau lawatan Prabowo hanya berupa seremonial semata. Dia mencontohkan beberapa hasilnya dalam 1,5 tahun ke belakang. Misalnya, Indonesia bisa masuk dalam keanggotaan BRICS yang bertujuan menjamin keamanan stok energi dan pangan.

Kemudian, Pemerintah Indonesia akhirnya bisa meneken perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa, sehingga barang Indonesia tidak dikenakan tarif impor alias 0 persen oleh 25 negara.

"Ketiga, total investasi yang masuk dalam satu setengah tahun ini adalah sekitar Rp 2.430 triliun. Itu data dari BKPM (Kementerian Investasi dan Hilirisasi)," ungkap Teddy, dikutip pada Selasa (2/6).

Contoh konkret investasi ini, lanjut Teddy, yakni saat kunjungan ke Korea Selatan dan Jepang pada bulan lalu. Ia menyebut Prabowo saat itu dapat membawa investasi langsung sekitar Rp 575 triliun.

Teddy menekankan seluruh lawatan tersebut diperlukan karena Prabowo merupakan presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis. Setelah konflik antara Rusia dan Ukraina, AS dan Venezuela, kemudian ditambah pecahnya perang antara AS-Israel dengan Iran pada awal tahun ini di Timur Tengah dan melibatkan Arab Saudi, Qatar, hingga UAE.

Menurutnya, Indonesia perlu memanen hubungan yang baik dengan pemimpin dunia lain, apalagi ketika ketidakpastian ekonomi dan politik internasional yang dinamis, sehingga tidak hanya mengandalkan bantuan ketika krisis terjadi.

"Bila suatu saat ada kondisi mendesak kita bisa minta bantuan dan begitu pula sebaliknya. Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antar pemimpin baik secara langsung, diliput media ataupun tertutup. Nah itulah diplomasi," tutur Teddy.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Impor Indonesia Naik 13 Persen Mencapai 86,51 Miliar USD
• 15 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
2 Link Live Streaming Indonesia Open 2026: Satu Pasangan Indonesia Resmi Lolos ke Babak Kedua, 11 Wakil Indonesia Main
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
11 Daerah di Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
10.151 WNI Eks Pekerja Sindikat Penipuan Daring di Kamboja Minta Dipulangkan
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Ekspor Satu Pintu Masih Terkendala, Kejelasan Aturan Devisa Hasil Ekspor Ditunggu
• 20 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.