BGN Akui Kewalahan Penuhi Kebutuhan Susu untuk MBG, Produksi Lokal Sangat Minim

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui kebutuhan susu untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus meningkat seiring bertambahnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di berbagai daerah. Kondisi tersebut membuat pasokan susu menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program tersebut.

Plt Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Gunalan mengatakan saat ini terdapat 29.670 SPPG atau dapur MBG yang telah beroperasi dengan lebih dari 63 juta penerima manfaat. Berdasarkan Surat Edaran Kepala BGN Nomor 10 Tahun 2026, setiap SPPG wajib menyediakan susu atau minuman susu dua kali dalam sepekan.

Baca Juga
  • PLN dan Komunitas Lingkungan Bersihkan Pantai di Makassar
  • 85 Mitra Hanania Group Laporkan Dugaan Penipuan Umroh ke Polda Metro Jaya
  • BPS: Inflasi Tahunan Mei 2026 Capai 3,08 Persen

"Kebutuhan susu yang sangat besar ini kami juga agak kewalahan, rekan-rekan kami di lapangan, khususnya yang di dapur," kata Gunalan dalam konferensi pers Hari Susu Nusantara 2026 di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, ketika pasokan susu tidak tersedia di pasar, pengelola dapur MBG menggantinya dengan sumber protein lain. Ini agar kebutuhan gizi penerima manfaat tetap terpenuhi.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Gunalan mengatakan pengembangan peternakan sapi perah perlu dipercepat untuk menjawab lonjakan permintaan susu dari program pemerintah tersebut. Menurut dia, peran masyarakat, UMKM, dan koperasi penting untuk memperkuat produksi susu nasional.

"Peternakan susu itu bisa dikembangkan lagi karena kebutuhannya sangat besar," ujarnya.

Ia menambahkan, BGN juga mendorong pembentukan budaya minum susu sejak usia dini. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan edukatif agar anak-anak lebih tertarik mengonsumsi susu sebagai bagian dari pola makan sehat.

Menurut Gunalan, pendekatan yang digunakan antara lain melalui teknik nudging, yakni mendorong anak memilih makanan dan minuman sehat tanpa paksaan. Cara itu dilakukan dengan menghadirkan produk yang menarik, mudah dijangkau, dan selalu tersedia di lingkungan anak.

Konferensi pers Hari Susu Nusantara, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). - (Republika/Frederikus Bata)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
SpaceX Ungkap Detail IPO Senilai USD1,8 Triliun, Ada Saham Khusus untuk Ordal
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Ingin Cepat Punya Tabungan? Coba Metode Kakeibo yang Populer di Jepang
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BNPP RI Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Persatuan Bangsa
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Rasuna Said Jaksel Macet akibat Parkir Liar Penonton Konser, Dishub DKI Minta Maaf
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Manufaktur RI Ekspansi pada Mei 2026, tapi Tertekan Kenaikan Biaya Produksi
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.