WASHINGTON, KOMPAS.TV - Warga di wilayah New England, Amerika Serikat (AS), digegerkan dengan fenomena dentuman keras dan guncangan pada Sabtu (30/5/2026). Fenomena tersebut sempat memicu pertanyaan warga di media sosial.
Pada Senin (1/6/2026), Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) kemudian merilis pernyataan bahwa fenomena itu disebabkan meteor jatuh. NASA menyebut meteor itu hancur saat memasuki atmosfer di atas New England.
Baca Juga: Sering Merasa Kepanasan Akhir-akhir Ini? Ternyata Panas Bumi Terus Naik, 5 Tahun Lagi Pecah Rekor
NASA melaporkan energi yang dilepaskan meteor saat hancur di atosmfer setara dengan sekitar 230 ton TNT. Menurut NASA, saat memasuki atmosfer, meteor ini berdiameter 1,52 meter dan melaju sekitar 67.592 km per jam.
Meteor yang jatuh berbentuk bola api saat terbakar di atmosfer. NASA memperkirakan, meteor tersebut memiliki berat setara dengan seekor gajah.
NASA menyatakan meteor ini terdiri material alami dan bukan debris satelit atau benda luar angkasa. Meteor disebut menempuh jarak sekitar 41,8 km saat terbakar di atmosfer sebelum jatuh di Teluk Cape Cod, lepas pantai negara bagian Massachussetts.
Terkait peristiwa tersebut, NASA menegaskan meteor yang jatuh ke Bumi adalah fenomena yang lumrah. Namun, NASA mengakui meteor yang jatuh umumnya tak sebesar di New England.
"Peristiwa ini sering terjadi di samudra atau area tanpa penduduk dan tidak ada saksinya, membuatnya sulit untuk diketahui," demikian pernyataan NASA dikutip Associated Press.
Jatuhnya meteor dilaporkan memicu dentuman keras, terutama di negara bagian Massachusetts dan Pulau Rhode. Di media sosial, warga sempat mengira ada gempa bumi atau pohon tumbang di dekat rumahnya.
Sebagian warga juga melaporkan adana guncangan yang terasa keras. Namun, Survei Geologi AS (USGS) memastikan tidak ada aktivitas seismik di dekat lokasi kejadian.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- meteor jatuh di as
- nasa
- meteor 1 5 meter jatuh
- dentuman akibat meteor
- meteor





