Kepolisian Metropolitan di London, Inggris, menangkap sebanyak 24 orang dan menerima enam laporan kasus penusukan setelah parade juara Arsenal di London Utara.
Sebanyak lebih dari 500 petugas kepolisian, bersama dengan tim pencarian khusus yang menggunakan drone, diterjunkan dalam acara perayaan yang dihadiri ratusan ribu suporter pada Minggu (31/5/2026).
Diketahui, parade tersebut guna merayakan gelar juara Liga Primer Inggris (English Premier League) pertama yang diraih tim putra Arsenal dalam 22 tahun. Tim putri Arsenal pun turut dirayakan atas pencapaian mereka dalam menjuarai FIFA Women’s Champions Cup musim ini.
Menurut pihak kepolisian, sebagian besar suporter melakukan perayaan dengan tertib. Namun semakin lama perayaan digelar, para petugas turun tangan menangani beberapa insiden.
Dilansir dari Antara, penahanan yang dilakukan oleh kepolisian termasuk kasus dugaan penyerangan terhadap petugas kepolisian, kekerasan seksual, penganiayaan berat, pelanggaran ketertiban umum, dan tindak pidana terkait narkotika.
Di antara kasus-kasus tersebut, sebanyak empat van kepolisian menjadi sasaran kerusakan di Islington. Proses penyelidikan kasus tersebut masih berlangsung.
Pada Minggu malam, usai sebagian besar suporter telah membubarkan diri, para petugas kepolisian menangani enam insiden penusukan di area parade.
Pihak kepolisian mengonfirmasi sebagian besar korban tidak mengalami luka serius. Salah satu korban pria berusia 20 tahun yang awalnya dilarikan ke rumah sakit akibat kondisi kritis dari penusukan, kini telah berada dalam kondisi stabil.
Perintah Pasal 60 (Section 60) yang membuat petugas kepolisian berwenang untuk melakukan penyetopan dan penggeledahan (stop-and-search), diberlakukan pada semalaman di area tersebut guna mencegah terjadinya tindak pidana lebih lanjut.
Komandan Stuart Bell yang memimpin operasi mengatakan bahwa proses penyelidikan atas insiden-insiden tersebut terus berlanjut. (ant/vve/iss)




