Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada April 2026 mencapai US$25,30 miliar. Capaian tersebut meningkat 21,98% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengatakan kenaikan ekspor pada April 2026 ditopang oleh kinerja ekspor nonmigas yang tumbuh signifikan secara tahunan.
“Pada April 2026 nilai ekspor mencapai US$25,30 miliar atau naik 21,98% dibandingkan April 2025,” kata Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan data BPS, nilai ekspor migas pada April 2026 tercatat sebesar US$1,15 miliar atau turun 1,20% dibandingkan April tahun lalu. Sebaliknya, ekspor nonmigas mencapai US$24,15 miliar atau meningkat 23,36% secara tahunan.
Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai US$92,15 miliar. Angka tersebut tumbuh 5,48% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dari total nilai tersebut, ekspor migas tercatat sebesar US$4,41 miliar atau mengalami penurunan 8,30%. Sementara itu, ekspor nonmigas mencapai US$87,74 miliar, naik 6,28% dibandingkan Januari–April 2025.
BPS mencatat sektor industri pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan ekspor nonmigas selama empat bulan pertama tahun ini. Sektor tersebut memberikan andil sebesar 7,71% terhadap kenaikan total ekspor nasional.
Sejumlah komoditas yang mencatat peningkatan ekspor cukup besar berasal dari produk olahan nikel, minyak kelapa sawit, kimia dasar organik berbasis hasil pertanian, kimia dasar anorganik lainnya, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya.
Baca Juga: Kebijakan Baru Ekspor SDA Berlaku, Pengusaha Minta Kejelasan Teknis
Baca Juga: Impor RI Tembus US$25,21 Miliar pada April 2026, Melonjak 22,49%
Dari sisi tujuan ekspor, Tiongkok masih menjadi pasar utama bagi produk nonmigas Indonesia. Nilai ekspor nonmigas ke negara tersebut mencapai US$22,76 miliar sepanjang Januari hingga April 2026, atau meningkat 20,58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pudji menambahkan, secara kumulatif ekspor nonmigas Indonesia ke lima negara atau kawasan tujuan utama maupun negara tujuan lainnya sama-sama menunjukkan tren peningkatan pada empat bulan pertama tahun ini.
“Kemudian jika dibandingkan secara kumulatif dengan periode yang sama tahun lalu, maka pada Januari hingga April 2026 ekspor non-migas ke 5 negara atau kawasan tujuan serta negara atau kawasan tujuan lainnya mengalami peningkatan,” pungkasnya.





