Kepala BGN: MBG untuk Balita dan Ibu Hamil Tak Kurangi Jatah Anak Sekolah

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan kelompok penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal mencakup ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, hingga siswa sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA.

Selain itu, BGN juga menargetkan santri dan peserta didik di lembaga pendidikan keagamaan lain sebagai penerima MBG.

Dadan menyatakan hal itu untuk merespons informasi yang menyebut program MBG akan lebih dahulu mengutamakan distribusi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita sebelum menjangkau siswa sekolah.

“Penerima manfaat MBG adalah ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, anak sekolah dari PAUD sampai SMA, santri dan sekolah keagamaan lainnya. Jadi dari awal demikian,” kata Dadan lewat pesan singkat WhatsApp pada Selasa (2/6).

Menurut Dadan, pelaksanaan MBG di lapangan lebih mudah dimulai dari lingkungan sekolah karena keberadaan bangunan sekolah bersifat tetap dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Situasi ini dianggap memudahkan penentuan titik pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Setelah SPPG berdiri, pemerintah akan melakukan pendataan terhadap ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berada dalam radius sekitar empat kilometer (km) dari lokasi layanan.

Dadan mengatakan pendataan tersebut diperlukan karena jumlah kelompok penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita bersifat dinamis dan dapat berubah dari waktu ke waktu. Kondisi ini berbeda dengan jumlah siswa sekolah yang relatif lebih mudah diproyeksikan.

Dosen Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor (IPB) itu mengatakan intervensi gizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mencegah stunting sejak dini.

Ia menyampaikan layanan MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita tidak akan mengurangi porsi penerima manfaat dari kalangan siswa sekolah. Perhitungan target penerima MBG yang mencapai 82,9 juta orang telah memasukkan seluruh kelompok sasaran, termasuk peserta didik.

“Sudah dalam perencanaan awal. Sudah dihitung dari awal. Hitungan 82.9 juta sudah memperhitungkan semuanya,” ujar Dadan.

Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, sebelumnya menyampaikan bahwa sasaran utama MBG adalah kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Setelah kebutuhan kelompok tersebut terpenuhi, program akan menjangkau peserta didik.

Menurut Sony, masih terdapat sejumlah yayasan maupun mitra pelaksana yang keliru memahami sasaran penerima manfaat program MBG. Sebagian pihak masih menganggap program ini hanya berfokus pada pemberian makanan bagi peserta didik di sekolah.

Pemahaman tersebut, kata dia, kemungkinan dipengaruhi oleh penggunaan istilah school meal yang kemudian ditafsirkan sebagai program makan untuk siswa semata. Akibatnya, sejumlah mitra lebih dahulu berfokus menjalin kerja sama dengan sekolah tanpa memahami sasaran prioritas yang telah ditetapkan pemerintah.

“Pada setiap kesempatan konsolidasi program MBG di berbagai daerah, saya selalu menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berada pada periode emas atau seribu Hari Pertama Kehidupan. Setelah itu barulah peserta didik,” kata Sony dalam rilis pers pada Minggu (31/5).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sering Dikritik, Dedi Mulyadi Justru Ungkap Kualifikasi Pengkritik Berdasarkan Motifnya
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
BNPP Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Peran Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
KPK Soal 2 Anggota DPR Tersangka Dugaan Korupsi tapi Belum Ditahan, Ada Pengaruh Politik?
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kesaksian Korban Kebakaran Kampung Pasar Jiung Kemayoran: Dengar 7 Kali Ledakan, Api Membesar
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Berawal dari Bujuk Rayu Sahabat, Suami Bunga Zainal Tertipu Cek Kosong Senilai Rp 2,6 Miliar
• 1 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.