Antrean IKD Buat Daftar Sekolah Membeludak di Depok, Sistem Sempat Eror

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penumpukan antrean warga terjadi di Kantor Kecamatan Cimanggis, Depok, Selasa (2/6). Warga mengantre untuk membuat Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang disebut menjadi syarat pendaftaran masuk sekolah atau Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Antrean semakin membeludak saat sistem IKD mengalami gangguan. Sementara warga yang datang semakin banyak.

Pegawai Kecamatan Cimanggis, Nur Rizky, mengatakan aktivasi IKD memang harus dilakukan secara langsung di kantor kecamatan. Hal ini yang membuat warga berbondong-bondong datang ke kecamatan.

"Kalau untuk pengaktifan IKD memang harus datang ke kecamatan karena ada barcode khusus yang harus di scan melalui aplikasi Dukcapil-nya langsung," ujar Nur Rizky saat ditemui di lokasi, Selasa (2/6).

Menurutnya, kepanikan warga muncul setelah beredar informasi bahwa IKD dibutuhkan untuk pendaftaran sekolah. Sehingga para wali murid berbondong-bondong mendatangi kecamatan untuk aktivasi IKD.

"Sempat ada antrean panjang itu terjadi karena memang dari warganya sendiri kemarin. Ya namanya warga kalau sudah dibilang akan IKD, pasti akan ada panik kan, pasti panik itu langsung datang," katanya.

Padahal, menurutnya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) telah memberikan klarifikasi bahwa IKD bukan syarat wajib.

"Nah, makanya dirilis lah kemarin sama Dukcapil, bahwa untuk pendaftaran sekolah tidak diperlukan IKD-nya. Yang penting KK-nya sudah ber-barcode, sudah ada KIA, sudah ada akta kelahirannya," jelasnya.

Rizky menyebut Kecamatan Cimanggis melayani rata-rata sekitar 250 warga per hari. Menurutnya, tingginya jumlah pengguna membuat gangguan sistem sesekali tidak dapat dihindari.

"Jadi kalau secara sistem kan buatan manusia ya, pasti kalau setiap hari di 250-250 pasti ada yang namanya error, ngebug lah pasti ngebug sistemnya," ujarnya.

Ia menambahkan sistem tersebut juga digunakan oleh 11 kecamatan di Kota Depok sehingga beban layanan cukup tinggi.

"Dipakai juga kan sebelas kecamatan, kita nggak tahu kondisi di luar Depok apakah seperti itu juga atau tidak. Berarti kondisinya sempat ada penumpukan ada di wilayah-wilayah masing-masing ya," ucapnya.

Penanganan

Camat Cimanggis memutuskan memberdayakan staf kecamatan untuk membantu proses aktivasi IKD. "Akhirnya Pak Camat memutuskan buat teman-teman kecamatan diberdayakan juga," ujar Nur Rizky.

Staf kecamatan membantu warga hingga proses input data dan masuk ke aplikasi. "Jadi buat warga yang mau mengaktifkan IKD, jadi kita dari kecamatan, dari setiap kecamatan bantu. Buat meng-inputnya saja, sampai mereka bisa masuk ke dalam aplikasinya," jelasnya.

Jika sudah selesai verifikasi wajah, warga tinggal membawa HP ke petugas Dukcapil. "Kalau sudah selesai verifikasi wajah, nanti, jadi kan mereka tinggal bawa HP-nya aja ke depan," kata dia.

Cara ini meringankan beban petugas Dukcapil. "Jadi petugas yang dari Dukcapil pun tidak kewalahan, karena kan dia kasihan juga, harus tetap melayani yang di luar IKD juga kan," ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Moral Self-Licensing: Ketika Otak Izinkan Kita Berbuat Buruk
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Refleksi Hari Sepeda Sedunia: Perjalanan Mengayuh Ekonomi Nasional
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Antam Logam Mulia 2 Juni 2026, Buyback Ambles ke Rp2,58 Juta
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Pertemuan dan Gandengan Tangan Prabowo dan Megawati di Hari Lahir Pancasila
• 8 jam laludetik.com
thumb
Dunia Belum Aman, AS dan Iran Batal Damai Gegara Manuver Israel
• 10 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.