Nusakambangan identik dengan penjara berisi penjahat kelas kakap. Ternyata, di pulau yang masuk wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, itu juga terselip tambak ikan sidat.
Ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang digagas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, di Pulau Nusakambangan.
Program ini telah membuka lapangan pekerjaan, baik dalam kegiatan budidaya sidat maupun sektor pendukung lainnya: usaha warung dan penjahit jaring tambak.
Warga binaan yang menjalani hukuman di Nusakambangan juga dilibatkan dalam budidaya sidat ini. Tujuannya: agar dapat memiliki pengalaman di bidang perikanan saat bebas nanti.
Seperti yang dirasakan Falda, salah satu warga binaan di Nusakambangan. Dia berterima kasih karena telah dilibatkan dalam kegiatan budidaya ini.
"Saya berterima kasih kepada Bapak Menteri karena sudah dilibatkan dalam budidaya sidat ini dan saya mendapat cukup ilmu untuk bekal saya nanti pas kembali di masyarakat," kata Falda dalam video yang diunggah YouTube Kampung Sidat Cilacap, dikutip Selasa (2/6).
Hal serupa juga dirasakan Sairan, mantan warga binaan di Nusakambangan. Program ini telah memberikan ilmu baginya sehingga bisa memperoleh penghasilan sendiri.
"Saya bisa mendapatkan ilmu bagaimana cara membudidaya sidat ini. Dan saya mendapatkan gaji pokok untuk menghidupi keluarga saya di rumah," tutur Sairan.
Tak hanya bagi warga binaan, tambak sidat ini juga memberi manfaat bagi warga sekitar. Salah satunya adalah Wahyu, warga Kroya.
Dia mengatakan sangat terbantu dengan adanya program ini. Sebab, ia mengaku sebelumnya kesulitan untuk mencari pekerjaan.
"Saya yang tadinya sulit mencari pekerjaan, sekarang bisa mendapatkan pekerjaan," ucap Wahyu.





