Mengais Asa dari Balik Puing Kebakaran Kemayoran

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

Radit (18) menceritakan kebakaran yang terjadi semalam sambil tangannya sibuk mengais tumpukan rongsokan, mencari kabel yang telah meleleh untuk ia ambil tembaganya di pemukiman semi permanen padat penduduk di kawasan Kebon Kosong, Kemayoran, Selasa (2/6/2026).

“Api berasal dari rumah yang digaris polisi itu, sekitar pukul 20.30 malam,” ujarnya mengawali obrolan, sambil menunjuk rumah yang berada tak jauh darinya.

Saat kejadian Radit dan teman-temannya sedang bermain di depan rumah. Mereka sempat melihat asap yang keluar dari rumah itu tetapi tidak curiga, karena mengira warga sedang membakar sisa daging kurban. Ternyata asapnya semakin tebal.

“Dikira apinya cuma kecil, jadi (pengurus) RT dan RW datang cuma bawa alat pemadam api ringan (APAR), pas didobrak pintunya, api langsung menyembur keluar”, lanjutnya.

Angin yang berhembus cukup kencang ditambah material rumah warga yang mudah terbakar, menyebabkan api dengan cepat menyambar rumah di sekitarnya.

Kondisi pemukiman warga setelah terbakar. (KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO)

Warga mencari barang-barang yang masih dapat dimanfaatkan.(KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO)

Erwin terpekur di depan rumahnya yang berubah menjadi puing. (KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO)

Rumah Radit yang hanya berjarak tiga rumah dari rumah terduga sumber api, juga ikut terbakar. Radit yang tinggal di rumah itu bertujuh bersama orang tua dan saudara-saudaranya hanya sempat menyelamatkan surat-surat penting saja, yang lainnya lenyap dilalap si jago merah. Rumah yang baru selesai direvonasi tersebut habis rata dengan tanah.

“Padahal rumah kami baru selesai direnovasi dua bulan yang lalu”, ujarnya dengan mimik sedih.

Tak jauh dari tempat Radit, Dadan dan Nur tengah sibuk mencari sesuatu di pojokan bekas rumah petaknya yang telah berubah menjadi puing. Dengan menggunakan batang besi dan mangkok ia menyerok barang-barang yang telah berubah menjadi arang untuk dimasukkan ke dalam karung.

“Kami mencari simpanan emas. Takutnya sudah lumer karena kebakaran semalam, jadi kami bawa saja arangnya ini. Emas 10 gram ini modal untuk menikah adik sepupu saya. Semua lenyap termasuk seserahan yang sudah dibeli,” kata Dadan sambil terus mengeruk.

Di salah satu tenda pengungsian yang sudah terpasang di lapangan Yusuf Hamka, ujung Jalan Benyamin Sueb, Sartini (44) sedang sibuk mendata jumlah warga yang menjadi korban kebakaran. Matanya terlihat kuyu, menandakan kurang istirahat.

“Saya sebenarnya menjadi korban juga, titik apinya tepat berada di samping rumah saya, jadi semua barang-barang habis tak tersisa. Televisi, laptop, kompor, semuanya hangus terbakar,” ujar Entin.

Tugasnya sebagai sekretaris RT 14 RW 04 menjadikan ia tetap membantu semampunya dari tenda pengungsian.

Kebakaran besar yang terjadi Senin (1/6/2026) malam menyisakan duka bagi para korbannya. Setidaknya 250 rumah semipermanen yang berada di wilayah rukun warga (RW) 004 yang meliputi RT 012, RT 013, RT 014, RT 015, dan RT 016, serta RW 005 yang mencakup RT 001, RT 002, dan RT 003, hangus dalam kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik di Kampung Pasar Haji Jiung, Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

Sebanyak 330 keluarga atau sekitar 620 jiwa menjadi korban dan harus mengungsi.

Dalam proses pemadaman, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta mengerahkan 35 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan 165 personel. Besarnya kobaran api serta rapatnya bangunan di kawasan permukiman padat tersebut membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. Dari mulai melakukan operasi pemadaman pada pukul 21.05 WIB, proses pemadaman dan pendinginan baru dinyatakan selesai pada Selasa (2/6/2026) pukul 04.15 WIB, (Kompas.id, 2/6/2026).

Baca JugaLubang Menganga di Lenteng Agung
Baca JugaLindhu Gedhe dan Memori Gempa yang Pudar
Baca JugaBanjir Berulang Imbas Longsoran Sampah TPA Cipayung, Warga Tinggalkan Rumah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Warga Terluka Akibat Kebakaran Permukiman di Belakang Pasar Jiung Kemayoran
• 9 jam lalukompas.com
thumb
100 Personel Dikerahkan Atasi Kebakaran Hebat di Kemayoran Jakpus
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cek Syarat & Daftar Penerima BLT Kesra Rp900.000, Cair Lagi di 2026?
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
KPK Umumkan Identitas Empat Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Gedung Pemkab Lamongan
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam dalam Koper
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.