KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah sempat melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi nasional.
Purbaya meyakini perekonomian Indonesia masih menjadi salah satu yang paling menjanjikan di kawasan. Sebagai langkah antisipasi, Bank Indonesia telah melakukan intervensi di pasar obligasi untuk menjaga stabilitas keuangan.
Pemerintah juga menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang guna memastikan pertumbuhan ekonomi domestik tetap terjaga. Selain itu, Purbaya menyinggung perkembangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang disebut semakin mendekati kesepakatan.
Menurutnya, deeskalasi konflik di Timur Tengah akan membantu mengurangi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, M. Qodari, menyatakan pemerintah telah menyiapkan subsidi energi dalam jumlah besar sebagai upaya menahan dampak pelemahan rupiah. Berbagai bantuan di sektor pendidikan dan kesehatan juga disediakan bagi keluarga berpendapatan rendah.
#rupiah #purbaya #dollar
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp17.859 per Dolar AS, Analis: Perang AS-Iran dan Faktor Domestik Jadi Pemicu
Penulis : Yulian-Indah
Sumber : Kompas TV
- purbaya
- rupiah
- dollar as





