HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia akan secara resmi mengumumkan hasil seleksi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 pada Selasa (2/6) pukul 22.00 WIB. Sebanyak 125 peserta terpilih dari total 1.182 pendaftar akan diumumkan sebagai anggota TEP 2026 yang siap ditempatkan di beberapa lokasi strategis di Papua Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.
Proses penetapan formasi TEP 2026 telah melalui beberapa tahapan ketat yang dimulai dengan pengajuan surat usulan formasi lengkap dari perguruan tinggi mitra, disusul rapat pleno penetapan formasi secara daring. Keputusan resmi kemudian dituangkan dalam berita acara sebagai dasar penerbitan Keputusan Menteri.
Seleksi berlangsung secara bertahap dan kompetitif. Dari total 1.182 pendaftar yang mendaftar melalui Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai salah satu perguruan tinggi mitra utama, 803 peserta lolos ke tahap self-assessment yang menilai delapan aspek utama mulai dari kualifikasi akademik, pengalaman penelitian, hingga kemampuan fasilitasi program dan kontribusi potensial.
Wawancara dan Penetapan Anggota TerpilihSelanjutnya, tahap wawancara digelar dalam dua gelombang, diikuti oleh 757 peserta. Seluruh hasil penilaian kemudian dibahas dalam rapat pleno untuk menetapkan 125 anggota terbaik yang akan diumumkan malam ini. Seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan, objektif, dan tanpa biaya.
Abdullah Sanusi, Ph.D., Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin sekaligus PIC TEP Unhas, menyampaikan apresiasi atas tingginya minat generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan kawasan transmigrasi melalui program ini.
“Proses seleksi TEP ini berlangsung sangat kompetitif. Dari 1.182 pendaftar yang mengikuti proses seleksi melalui Unhas, hanya 125 peserta yang akan ditetapkan sebagai anggota TEP 2026. Kami mengapresiasi seluruh alumni yang telah mengikuti setiap tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh. Terlepas dari hasil yang akan diumumkan malam ini, pengalaman yang diperoleh selama proses seleksi menjadi bekal penting dalam membangun kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, dan kepekaan sosial yang dibutuhkan di tengah masyarakat,” jelas Abdullah.
Abdullah menegaskan bahwa peserta yang lolos akan ditempatkan di enam lokasi penugasan yang berada dalam koordinasi Unhas, yakni Weri Saharey, Wakorumba, Anawua, Pitu Riase, dan Asinua-Routa. Penempatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara alumni perguruan tinggi dengan masyarakat dan pemerintah setempat dalam mengidentifikasi potensi wilayah serta menghadirkan solusi pembangunan.
“Kami berharap alumni Universitas Hasanuddin yang dinyatakan lolos dapat menjalankan amanah dengan baik serta menjadi representasi kampus yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional,” pungkasnya.
Universitas Hasanuddin juga menyampaikan apresiasi dan selamat kepada seluruh peserta yang nantinya dinyatakan lolos seleksi TEP 2026. Program ini diharapkan menjadi sarana pengembangan kapasitas generasi muda sekaligus wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Unhas mengimbau seluruh peserta untuk menunggu informasi resmi dari Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dan hanya merujuk pada pengumuman resmi yang diterbitkan melalui kanal resmi kementerian. (*/)





