Timwas DPR Temukan Jemaah Haji Kanker Stadium Akhir di Tanah Suci: Seharusnya Tak Berangkat

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengungkapkan, masih ditemukan jemaah haji Indonesia dengan kondisi kesehatan sangat berat yang berangkat ke Tanah Suci pada Haji 2026.

Politikus PKS tersebut bahkan menemukan seorang jemaah yang menderita kanker stadium akhir dan merasa kesakitan selama mengikuti rangkaian ibadah saat melakukan pengawasan di lapangan.

"Salah satu yang juga sangat miris, ada jemaah haji yang menderita kanker stadium akhir. Di Tanah Suci, setiap hari beliau merasa kesakitan. Seharusnya yang seperti ini tidak diperbolehkan berangkat," kata Netty dalam keterangan resminya, Selasa (2/6/2026).

Berdasarkan pengawasan di lapangan, kata Netty, Timwas Haji DPR RI masih menjumpai jemaah masuk kategori risiko tinggi (risti).

Baca juga: Kemenhaj: 6.333 Jemaah dan 64 Petugas Haji Telah Tiba di Tanah Air

Selain berusia lanjut, sebagian di antaranya memiliki penyakit kronis seperti hipertensi, penyakit jantung, hingga gagal ginjal.

"Pada kenyataannya berdasarkan amatan lapangan, banyak sekali jemaah haji Indonesia yang ternyata berisiko tinggi. Selain usianya lansia, mereka memiliki faktor risiko tinggi seperti penyakit kronik. Ada hipertensi, jantung, kemudian gagal ginjal," ungkapnya.

Oleh karena itu, Netty pun meminta pemerintah untuk lebih memperketat lagi pemeriksaan kesehatan jemaah.

Sebab ibadah haji adalah ibadah yang membutuhkan kondisi fisik prima.

Menurut Netty, istitha'ah haji bukan sekadar kemampuan finansial untuk membayar biaya perjalanan ibadah, tetapi juga kemampuan fisik dan kesehatan menjalani seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Baca juga: 34.853 Jemaah Haji Tiba Lewat Bandara Soetta, Kenapa Keluarga Diminta Tak Menjemput?

"Sehingga istitha'ah seharusnya betul-betul dilakukan secara ketat agar yang berangkat ke Tanah Suci untuk beribadah itu betul-betul yang memiliki kemampuan dalam aspek kesehatan untuk menjalani rangkaian proses ibadahnya," jelas Netty.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain itu, dia juga mendorong adanya pembinaan dan pendampingan kesehatan secara berkelanjutan melalui puskesmas, rumah sakit, dan keluarga calon jemaah.

“Kemudian penyuluhan atau edukasi kepada keluarga agar juga ikut memerhatikan kesehatan calon jemaah semenjak di Tanah Air, mengingatkan cek kesehatan secara rutin, memastikan obat rutin untuk dikonsumsi dan dibawa pada saat keberangkatan, dan memenuhi kebutuhan gizi calon jemaah,” tutur Netty.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peran Mantan Artis Febiola Tersangka Love Scam: Sediakan Foto hingga Layani VCS
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Gubernur Sulsel Tegaskan Seleksi Paskibraka Nasional Berjalan Transparan dan Bebas Intervensi
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini, Luncurkan 1.300 Meter Abu Vulkanik
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Wall Street Menguat Tipis, Ditopang Saham Teknologi dan Harapan Damai AS-Iran
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Jangan Asal Push Rank! Kesalahan Ini Masih Sering Dilakukan Pemain Mobile Legends
• 7 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.