Kesepakatan Tercapai, UIN Jakarta dan Seluruh Pihak Dukung Integrasi Madrasah Pembangunan

disway.id
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memastikan persoalan terkait aset dan pengelolaan sejumlah satuan pendidikan telah berakhir.

Penyelesaian ini mencakup Madrasah Pembangunan yang terdiri dari MI, MTs, MA, SDIP, dan TKIP, serta TK Ketilang dan SMK/SMA Triguna.

Seluruh pihak yang terlibat sepakat menjalankan Keputusan Menteri Agama (KMA) mengenai integrasi satuan pendidikan tersebut.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan yang digelar di BSD pada Sabtu, 30 Mei 2026. Pertemuan itu dihadiri langsung oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Jahar, Wakil Rektor II Prof. Imam Subchi, Wakil Rektor I Prof. Ahmad Tholabi, mantan Rektor UIN Jakarta sekaligus Ketua Pembina Yayasan Prof. Dede Rosyada, serta disaksikan tim kuasa hukum UIN Jakarta dan anggota Dewan Pembina Yayasan Syarif Hidayatullah periode sebelumnya, Prof. Abuddin Nata.

Wakil Rektor II UIN Jakarta, Prof. Imam Subchi, menyampaikan bahwa seluruh pihak telah mencapai kesepahaman untuk mengakhiri berbagai perbedaan pandangan yang selama ini muncul terkait status dan pengelolaan satuan pendidikan tersebut.

BACA JUGA:Makna Hari Lahir Pancasila, Guru Besar UIN Soroti Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia

Menurutnya, kesepakatan yang tercapai menjadi langkah penting dalam memastikan implementasi Keputusan Menteri Agama berjalan sesuai ketentuan. Seluruh pihak juga menyatakan dukungan penuh terhadap proses integrasi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Alhamdulillah, seluruh pihak telah mencapai kesepahaman. Sengketa yang selama ini menjadi perhatian bersama telah selesai. Semua pihak berkomitmen menjalankan Keputusan Menteri Agama dan mendukung proses integrasi satuan pendidikan sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Prof. Imam Subchi.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dede Rosyada yang juga mewakili Prof. Hamid menyampaikan pengunduran diri dari jabatan Ketua Pembina Yayasan. Keduanya turut menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan KMA Nomor 1543 Tahun 2025 dan proses integrasi yang sedang berlangsung.

Prof. Imam menilai sikap para tokoh yang terlibat menunjukkan komitmen untuk mengutamakan kepentingan pendidikan di atas berbagai kepentingan lainnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelesaian persoalan ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan pendidikan dan memberikan kepastian bagi peserta didik, tenaga pendidik, serta masyarakat.

“Kami mengapresiasi kebesaran hati dan komitmen semua pihak. Kesepakatan ini menunjukkan bahwa kepentingan peserta didik, tenaga pendidik, dan masa depan lembaga pendidikan menjadi prioritas utama. Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh proses berjalan baik dan memberikan kepastian bagi masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:Quinn Salman Rilis Lagu 'Bersama Sang Garuda' OST Film Animasi Garuda di Dadaku, Intip Liriknya!

Integrasi Dilakukan Bertahap

UIN Jakarta menegaskan bahwa proses integrasi satuan pendidikan akan dilakukan secara bertahap, tertib, dan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kampus juga memastikan seluruh aktivitas pendidikan di Madrasah Pembangunan, TK Ketilang, serta SMK/SMA Triguna tetap berjalan normal tanpa gangguan. Dengan demikian, proses belajar mengajar dan pelayanan pendidikan kepada siswa tetap berlangsung seperti biasa.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fakta Menarik tentang Sifat Generasi Z yang Sering Jadi Sorotan
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Seskab Teddy Seharusnya Paham Prinsip Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Negara
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Pernah Minta Bertemu Anak, Pihak Ruben Onsu Sebut Sarwendah Justru Suruh Mantan Suami Hubungi Putrinya Langsung
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Kanker Ovarium "The Silent Killer": Kesadaran Riwayat Keluarga Jadi Kunci Pencegahan bagi Perempuan
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Nadiem Makarim Ungkap Alasan Pakai Jaket Gojek di Ruang Sidang Hari Ini
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.