Bisnis.com, JAKARTA — PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX) melalui anak usaha sektor asuransi PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika (MPMInsurance) menuntaskan pembayaran klaim asuransi senilai Rp1,287 miliar kepada PT Harum Sari Prima Food Industries.
Pembayaran klaim tersebut akibat kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang melanda fasilitas produksinya di Balaraja pada awal tahun ini.
Direktur Marketing MPMInsurance Poppy Panca mengatakan bahwa kebutuhan pelaku usaha terhadap perlindungan risiko semakin meningkat seiring dengan tantangan bisnis dan perubahan iklim yang terus berkembang.
Bagi pelaku industri, lanjutnya, gangguan operasional akibat perubahan cuaca ekstrem dan bencana alam tentu membawa dampak yang tidak mudah terhadap keberlangsungan bisnis.
"Pembayaran klaim dilakukan setelah menindaklanjuti laporan yang dilanjutkan dengan proses peninjauan lapangan dan penilaian kerugian sebelum akhirnya menyelesaikan pembayaran klaim," ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (2/6/2026).
Dalam kondisi saat ini, lanjutnya, perseroan akan menghadirkan produk dan layanan perlindungan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan sekaligus memberikan rasa aman bagi pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.
Di tengah tren cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi, perseroan ke depan juga akan memperkuat berbagai produk asuransi untuk membantu nasabah memitigasi risiko dan menjaga keberlangsungan operasional bisnis.
Kinerja bisnis asuransi MPMInsurance pada Kuartal I/2026 mencatat penurunan pendapatan sebesar 17% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp204 miliar.
Penurunan ini terutama dipicu oleh melemahnya lini kendaraan bermotor dan properti. Lesunya penjualan kendaraan berdampak langsung pada turunnya permintaan asuransi kendaraan, sementara sektor properti yang belum pulih turut menahan pertumbuhan premi.
CFO MPMX Beatrice Kartika menjelaskan bahwa tantangan dari perlambatan ekonomi masih terasa di sektor otomotif hingga kuartal I/2026.
Meski premi tertekan, MPMInsurance mulai mengedepankan kualitas bisnis. Hal ini terlihat dari penurunan biaya pendapatan sebesar 22% yoy yang justru mendorong hasil layanan asuransi naik 10% menjadi Rp44 miliar.
Secara konsolidasi, MPMX membukukan pendapatan bersih sebesar Rp4,0 triliun atau turun 4% yoy. Meski demikian, laba bersih perseroan tetap tumbuh 8% yoy menjadi Rp173 miliar, ditopang oleh efisiensi operasional dan perbaikan margin di sejumlah lini bisnis.
Di segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua, pendapatan tercatat turun 3% yoy menjadi Rp3,8 triliun akibat penurunan penjualan di bisnis distribusi. Namun, kinerja ini sebagian tertopang oleh pertumbuhan ritel dan pendapatan purna jual, serta efisiensi biaya yang mendorong peningkatan margin laba kotor.





