Selasa (2/6/2026) siang, suasana di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta, terasa berbeda dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Deru kendaraan kembali mengisi ruas jalan yang menghubungkan Jakarta Selatan dan Depok itu. Sepeda motor, mobil pribadi, hingga angkutan umum bergerak beriringan di atas beton yang baru saja selesai diperbaiki.
Tak terlihat alat berat yang sebelumnya berdiri di tepi jalan. Pembatas dan markah jalan sementara yang sempat mengubah pola perjalanan pengguna jalan juga telah disingkirkan. Di bawah langit kelabu, arus kendaraan mengalir lebih lancar, menandai berakhirnya perbaikan pada titik jalan yang sempat ambles pada Kamis (29/5/2026) malam.
Box culvert terpasang pada saluran air di bawah yang jalan yang sempat ambles. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Pengendara sepeda motor melintasi jalan yang telah diperbaiki. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Bekas reruntuhan ruas jalan yang sempat ambles. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Pemerintah Provinsi Jakarta telah memperbaiki saluran bawah tanah yang menjadi sumber persoalan. Pemasangan gorong-gorong berbentuk kotak atau box culvert dan pemulihan konstruksi jalan sepanjang sekitar 10 meter telah selesai. Petugas juga melakukan pemadatan tanah dan pengecoran untuk mengembalikan kekuatan struktur badan jalan.
Kepala Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Jagakarsa Sartono menjelaskan, amblesnya jalan disebabkan kerusakan saluran penghubung dari kawasan Universitas Indonesia menuju Kali Ciliwung. Saluran yang sudah tua dan tidak lagi mampu menahan beban itu terus tergerus aliran air hingga rusak dan menyebabkan badan jalan ambles.
Kerusakan terjadi pada crossing hong atau saluran bawah tanah berukuran sekitar 3 meter yang berada tepat di bawah jalan. Struktur yang telah keropos karena usia itu memiliki kedalaman dan lebar sekitar 3 meter dengan panjang terdampak mencapai 16 meter. Setelah box culvert terpasang dan jalur air kembali terbuka, air yang sempat menumpuk di bagian hulu mulai mengalir menuju hilir (Kompas.id, 31/5/2026).
Untuk mendukung pekerjaan perbaikan saluran bawah tanah, ruas jalan yang ambles sempat ditutup sementara mulai Senin (1/6/2026) pukul 14.00 WIB hingga Selasa (2/6/2026) pukul 11.30 WIB. Pembukaan jalan tersebut sempat molor dari rencana awal, yakni pukul 05.00 WIB, untuk memastikan proses pengeringan ideal.
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno meninjau lokasi jalan yang sempat ambles. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Warga menyaksikan kedatangan Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno menyampaikan keterangan pers. (KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Dalam kunjungannya ke lokasi, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengatakan, jalan ambles masih berpotensi terjadi di lokasi lain. Penggunaan pipa besi tua yang rawan keropos di saluran bawah tanah perlu diwaspadai. ”Bahkan, di PDAM, saya pernah dikasih tahu, 100 tahun pipa air kita tidak pernah diganti,” ujarnya.
Rampungnya perbaikan menjadi kabar melegakan bagi ribuan pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Lenteng Agung merupakan salah satu jalur utama penghubung Jakarta dengan wilayah penyangga di selatan. Ketika ruas itu terganggu, dampaknya sangat terasa pada mobilitas warga, terutama pada jam-jam sibuk.
Kini, setelah pekerjaan selesai, aktivitas kembali berjalan seperti biasa. Di bawah permukaan jalan itu, pekerjaan perbaikan yang berlangsung selama tiga hari telah mengembalikan fungsi salah satu urat nadi transportasi penting di kawasan Jakarta Selatan.





