Rights Issue CBRE Masih Ditelaah OJK, Perseroan Lanjutkan Persiapan Ekspansi

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) menyampaikan rencana Rights Issue perseroan masih berproses dan saat ini berada dalam tahap penelaahan oleh OJK.

Rights Issue CBRE Masih Ditelaah OJK, Perseroan Lanjutkan Persiapan Ekspansi. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) menyampaikan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue masih berproses dan saat ini berada dalam tahap penelaahan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sekretaris Perusahaan CBRE, Amanda Octania, mengatakan perseroan terus melanjutkan berbagai tahapan yang diperlukan dalam aksi korporasi tersebut sambil menunggu pernyataan efektif dari regulator.

Baca Juga:
CBRE Ditutup Menguat di Tengah Sentimen Revisi Royalti Mineral, Ini Penjelasan Analis

"Rencana PMHMETD tetap berjalan dan berprogres. Saat ini dokumen masih dalam proses penelaahan oleh OJK dan kami terus berkoordinasi untuk memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku hingga diperolehnya pernyataan efektif," ujar Amanda dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Rights issue tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung kebutuhan pengembangan usaha. Dana yang diperoleh nantinya direncanakan digunakan untuk modal kerja, pengembangan bisnis, serta mendukung sejumlah peluang proyek yang tengah dipersiapkan perusahaan.

Baca Juga:
RUPST, CBRE Kantongi Persetujuan Pemegang Saham Terkait Rights Issue

Dalam aksi korporasi ini, CBRE berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 12,76 miliar saham baru dengan kisaran harga pelaksanaan Rp100 hingga Rp150 per saham. Dengan asumsi seluruh saham baru terserap, perseroan berpotensi menghimpun dana hingga sekitar Rp1,91 triliun.

Berdasarkan skema yang telah diumumkan, setiap pemegang 90 saham lama akan memperoleh 253 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Di sisi operasional, CBRE saat ini tengah menyelesaikan tahap akhir persiapan pekerjaan untuk proyek bersama Petronas. Perseroan juga terlibat dalam Proyek Hidayah Phase 1 di Blok North Madura II melalui penyediaan kapal HAI LONG 106 guna mendukung pekerjaan Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning (EPCIC) yang dijalankan PT Gunanusa Utama Fabricators.

Selain proyek yang sedang berjalan, manajemen menyatakan masih mempelajari sejumlah peluang bisnis baru, baik di dalam maupun luar negeri, sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha jangka panjang.

Perseroan menyebut proses rights issue dan pengembangan pipeline proyek tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pendanaan perusahaan dalam menjalankan berbagai rencana bisnis ke depan.

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Sebut 3 Orang Terluka Akibat Kebakaran di Kemayoran Jakpus
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
IHSG Sesi 1 Naik 1,47 Persen ke 6.218, Rupiah Melemah ke Rp 17.860 per Dolar AS
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Jaksa Pertanyakan Klaim Nadiem Hemat Rp3,9 Triliun dari Pengadaan Chromebook
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penggugat Perdata Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR Buka Peluang Mediasi di Luar Pengadilan
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Yogyakarta Jadi Kota Perdana Gelaran Web3 University Tour 2026
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.