Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Dinas Sosial mengamankan dua pengemis yang beraksi dengan mengenakan kostum pocong di sejumlah lokasi di Jakarta Timur.
"Kebetulan, kami sedang melakukan patroli rutin, lalu menemukan dua orang pengemis yang bergaya seperti pocong. Belakangan ini memang sedang viral dan marak orang-orang yang bergaya pocong sehingga membuat resah masyarakat. Karena itu, yang bersangkutan kami amankan," kata Komandan Regu Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Timur Kurniawan di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, kedua pengemis itu perlu diamankan karena meresahkan masyarakat dengan cara memanfaatkan kostum menyerupai hantu pocong yang belakangan ramai digunakan untuk menarik perhatian warga di ruang publik.
Penertiban itu pun dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Terlebih, fenomena pengemis berkostum pocong mulai marak dalam beberapa waktu terakhir. Selain memanfaatkan tren yang viral di media sosial, aksi tersebut juga dilakukan untuk menarik perhatian warga agar memberikan uang.
Setelah diamankan, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan kedua pengemis tersebut guna memastikan tidak ada benda yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Meski tidak ditemukan barang berbahaya, petugas tetap melakukan pendataan dan pembinaan terhadap kedua pengemis tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang ditemukan di lapangan.
Baca juga: Sudinsos Jakbar jaring lebih dari 600 PMKS dalam empat bulan
Sementara itu, salah satu pengemis yang diamankan, Tedy mengaku sengaja memilih tampil sebagai pocong karena terinspirasi dari tren yang berkembang di media sosial. Menurutnya, banyak konten serupa yang viral dan menarik perhatian masyarakat, terutama anak-anak.
"Karena terinspirasi dari anak-anak, sama konten-konten yang banyak viral, jadi saya begini. Kostumnya juga nyewa," ujar Tedy.
Dia juga mengaku telah menjalani aktivitas tersebut selama sekitar satu bulan terakhir. Dalam kesehariannya, dia mengenakan kostum pocong dan mendatangi sejumlah lokasi yang ramai dikunjungi warga , seperti jalanan, taman, dan titik keramaian lainnya.
Tedy mengungkapkan aksi yang dilakukannya itu cukup menghasilkan. Dalam sehari, dia mengaku bisa memperoleh uang hingga Rp200 ribu.
Selain mendapatkan uang dari masyarakat yang merasa iba atau tertarik dengan penampilannya, Tedy juga mengaku terkadang menerima uang dari warga yang membuat konten video tentang dirinya untuk kemudian diunggah ke media sosial.
Meski tampil dengan wajah menyeramkan ala pocong, Tedy mengaku tidak memiliki kemampuan khusus dalam merias wajah. Dia hanya menggunakan peralatan sederhana dan berdandan sendiri sebelum turun ke jalan.
"Yang penting, saya cari duit halal. Jadi, tidak ada rasa takut atau bagaimana," ungkap Tedy.
Baca juga: 143 PMKS dirazia di Jakbar selama Januari 2026
Baca juga: Satpol PP tertibkan PMKS hingga parkir liar selama Ramadhan
"Kebetulan, kami sedang melakukan patroli rutin, lalu menemukan dua orang pengemis yang bergaya seperti pocong. Belakangan ini memang sedang viral dan marak orang-orang yang bergaya pocong sehingga membuat resah masyarakat. Karena itu, yang bersangkutan kami amankan," kata Komandan Regu Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Timur Kurniawan di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, kedua pengemis itu perlu diamankan karena meresahkan masyarakat dengan cara memanfaatkan kostum menyerupai hantu pocong yang belakangan ramai digunakan untuk menarik perhatian warga di ruang publik.
Penertiban itu pun dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Terlebih, fenomena pengemis berkostum pocong mulai marak dalam beberapa waktu terakhir. Selain memanfaatkan tren yang viral di media sosial, aksi tersebut juga dilakukan untuk menarik perhatian warga agar memberikan uang.
Setelah diamankan, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan kedua pengemis tersebut guna memastikan tidak ada benda yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Meski tidak ditemukan barang berbahaya, petugas tetap melakukan pendataan dan pembinaan terhadap kedua pengemis tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari prosedur penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang ditemukan di lapangan.
Baca juga: Sudinsos Jakbar jaring lebih dari 600 PMKS dalam empat bulan
Sementara itu, salah satu pengemis yang diamankan, Tedy mengaku sengaja memilih tampil sebagai pocong karena terinspirasi dari tren yang berkembang di media sosial. Menurutnya, banyak konten serupa yang viral dan menarik perhatian masyarakat, terutama anak-anak.
"Karena terinspirasi dari anak-anak, sama konten-konten yang banyak viral, jadi saya begini. Kostumnya juga nyewa," ujar Tedy.
Dia juga mengaku telah menjalani aktivitas tersebut selama sekitar satu bulan terakhir. Dalam kesehariannya, dia mengenakan kostum pocong dan mendatangi sejumlah lokasi yang ramai dikunjungi warga , seperti jalanan, taman, dan titik keramaian lainnya.
Tedy mengungkapkan aksi yang dilakukannya itu cukup menghasilkan. Dalam sehari, dia mengaku bisa memperoleh uang hingga Rp200 ribu.
Selain mendapatkan uang dari masyarakat yang merasa iba atau tertarik dengan penampilannya, Tedy juga mengaku terkadang menerima uang dari warga yang membuat konten video tentang dirinya untuk kemudian diunggah ke media sosial.
Meski tampil dengan wajah menyeramkan ala pocong, Tedy mengaku tidak memiliki kemampuan khusus dalam merias wajah. Dia hanya menggunakan peralatan sederhana dan berdandan sendiri sebelum turun ke jalan.
"Yang penting, saya cari duit halal. Jadi, tidak ada rasa takut atau bagaimana," ungkap Tedy.
Baca juga: 143 PMKS dirazia di Jakbar selama Januari 2026
Baca juga: Satpol PP tertibkan PMKS hingga parkir liar selama Ramadhan





