BOGOR, DISWAY.ID -- Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 10 Bogor, Selasa, 2 Juni 2026.
Kedatangan keduanya untuk meninjau proses belajar mengajar sekaligus berdialog dengan para calon siswa dan orang tuanya.
Gus Ipul menyampaikan, banyak anak dari keluarga prasejahtera yang memiliki semangat besar untuk belajar, tetapi terkendala kondisi ekonomi keluarga.
Oleh karena itu, Sekolah Rakyat datang sebagai jawaban atas permasalahan tersebut.
BACA JUGA:Kemensos dan Kementerian PU Targetkan 93 Sekolah Rakyat Permanen Rampung Bulan Juni
“Orang tuanya mungkin belum sukses, tetapi anak-anaknya harus menjadi orang-orang yang sukses. Yang paling penting, apa pun keadaan orang tuamu, kamu harus tetap bangga dan hormat kepada ayah dan ibumu, kepada keluargamu yang bekerja keras untuk bisa memberikan yang terbaik bagi putra-putrinya,” kata Gus Ipul.
Sebagai contoh, ia mengundang salah seorang siswa SRMP 10 Bogor untuk berbagi pengalaman. Vikar Ziyad Rasya (13) menceritakan perubahan yang ia rasakan setelah masuk Sekolah Rakyat.
“Jadi sebelum di sini, saya hidup dengan keluarga yang kurang mampu dan waktu itu hampir putus sekolah. Tetapi semenjak ada Sekolah Rakyat, saya di sini sangat berkecukupan, mulai dari makan, kasih sayang, sampai kegiatan sekolah,” ujar Rasya.
Ia juga menceritakan bahwa suasana belajar di Sekolah Rakyat membuatnya merasa lebih nyaman dan percaya diri.
“Di sini tidak ada bullying. Semuanya diberi kasih sayang yang setara. Benar-benar berbeda sekali rasanya. Biasanya di rumah ikut dagang, tetapi di sini benar-benar kita fokus belajar dan mengikuti kegiatan-kegiatan lain dari wali asuh atau wali asrama,” katanya.
Gus Ipul kemudian bertanya tentang proses belajar di kelas.
BACA JUGA:Kemensos Percepat Transformasi Digital demi Akurasi Data Penerima Bansos
“Ceritakan, bagaimana kalau kamu belajar di kelas?” katanya.
Ia menjawab bahwa para guru mengajar dengan jelas dan membuat suasana kelas menyenangkan.
“Di sini, sama guru-gurunya dijelaskan dengan jelas, dengan detail, benar-benar agar kami bisa belajar dan fokus belajar. Guru-guru di sini selain mengajar, juga membuat permainan kecil-kecilan untuk membuat suasana kelas seru,” ujar Rasya.
- 1
- 2
- 3
- »





