FK- FIKK UNM  Edukasi Atlet Basket  Tentang Peran Pola Makan Berbasis Epigenetik dalam Mengurangi Nyeri Otot Pasca Latihan

harianfajar
17 jam lalu
Cover Berita


HARIAN FAJAR. CO.ID, MAKASSAR- Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Makassar (UNM) berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNM melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat bagi atlet Klub Basket Flying Wheel Makassar.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Basket Flying Wheel Makassar. Diikuti oleh 24 atlet dan 2 pelatih sebagai bentuk implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEKS) di bidang kesehatan olahraga yang berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan dan performa atlet.


Program ini mengintegrasikan pendekatan kesehatan olahraga dan healthy longevity melalui empat tema utama, yaitu edukasi pola makan berbasis epigenetik untuk mengurangi nyeri otot pasca latihan (Delayed Onset Muscle Soreness/DOMS), pendampingan rehabilitasi fungsional pasca aktivitas fisik, implementasi program Active Longevity Movement berbasis komunitas, serta deteksi dini profil fisiologis atlet dan promosi longevity health.


Ketua Tim Pengabdian, Dr. dr. Nurussyariah, M.AppSci., Sp.N(K)., FIPM., AIFO-K, menjelaskan  kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menjembatani hasil-hasil penelitian dan perkembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata di masyarakat.


“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa ilmu yang dikembangkan tidak berhenti di ruang kelas dan laboratorium, tetapi dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” ujarnya.


” Melalui kegiatan ini, kami berupaya menghadirkan pendekatan kesehatan olahraga yang tidak hanya berfokus pada performa, tetapi juga kesehatan jangka panjang atlet,” sambungnya.


Dalam sesi edukasi, peserta memperoleh pemahaman mengenai peran pola makan berbasis epigenetik dalam mendukung proses pemulihan tubuh setelah latihan maupun pertandingan.

Materi yang diberikan menekankan pentingnya pemilihan makanan yang tepat untuk mengurangi peradangan, mempercepat regenerasi jaringan otot, dan membantu menurunkan risiko DOMS yang kerap dialami atlet setelah aktivitas fisik intensitas tinggi.

Dosen Fakultas Kedokteran UNM, dr. Bhirau Wilaksono, M.Biomed., AIFO-K, bersama dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNM, Nurul Ichsania Hammado, S.Pd., M.Si., AIFO, turut memberikan edukasi mengenai berbagai faktor yang memengaruhi health span atau masa hidup sehat seseorang.

Materi yang disampaikan mencakup aktivitas fisik teratur, pola makan sehat, manajemen stres, kualitas tidur, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai bagian dari strategi menjaga kesehatan sepanjang hayat.


Selain edukasi, peserta juga mengikuti pendampingan rehabilitasi fungsional pasca aktivitas fisik.


Tim pengabdi memberikan demonstrasi dan praktik langsung mengenai teknik peregangan, latihan mobilitas, serta strategi pemulihan yang dapat diterapkan secara mandiri setelah latihan maupun pertandingan.

Pendekatan ini diharapkan mampu membantu mengurangi risiko cedera, meningkatkan kebugaran, dan mempertahankan performa atlet secara optimal.


Sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif, tim pengabdian juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan dasar dan pengukuran profil fisiologis peserta. Pemeriksaan meliputi pengukuran tanda-tanda vital serta indikator kesehatan lainnya yang dapat memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan atlet.


Hasil pemeriksaan kemudian digunakan sebagai dasar pemberian rekomendasi kesehatan yang lebih personal sesuai kebutuhan masing-masing peserta.


Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNM dalam mengimplementasikan IPTEKS bagi masyarakat, khususnya komunitas olahraga.

Program ini juga sejalan dengan tagline Fakultas Kedokteran UNM, “Longevity Health and Medicine”, yang menekankan pentingnya menjaga kesehatan, kebugaran, dan kualitas hidup secara berkelanjutan sepanjang rentang kehidupan.


Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas olahraga, diharapkan lahir ekosistem pembinaan atlet yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada kesehatan jangka panjang.


Dengan demikian, atlet dapat mencapai performa optimal sekaligus mempertahankan kualitas hidup yang baik hingga usia lanjut. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Obok-obok Kantor BGN Usai Dadan Hindayana Dicopot
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Gaji Ketiga Belas Pensiunan ASN Mulai Cair 2 Juni 2026, TASPEN Salurkan ke 3,25 Juta Penerima
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Syukur HUT ke-27 PNM, Bergerak Serentak untuk Perbaikan Lingkungan
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
PNJ Periksa Mahasiswa yang Terlibat Kasus Asusila Sesama Jenis di Kampus
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Intip Potongan Adegan Terbaru Drakor Teach You A Lesson
• 7 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.