JAKARTA, KOMPAS.TV- Laporan tentang berbagai fenomena tak biasa yang dikaitkan dengan Unidentified Flying Object (UFO) atau Unidentified Aerial Phenomena (UAP) selama ini masih menjadi misteri. Di Yogyakarta, fenomena serupa juga sering dikaitkan dengan sejumlah lokasi yang dianggap menyimpan pola tak biasa.
Cerita masyarakat mengenai penampakan cahaya di langit, gangguan elektromagnetik kerap muncul, namun jarang disertai data yang dapat dianalisis secara ilmiah. Di tengah kondisi tersebut, Dapur AI menghadirkan pendekatan berbeda melalui pengembangan robot berbasis kecerdasan buatan bernama VIR (Vortex Intelligence Robot).
Robot yang tengah dikembangkan ini dirancang untuk membaca anomali yang kerap dikaitkan dengan fenomena UFO secara langsung di lapangan. Robot VIR dikembangkan oleh Pradhono Aji, founder Dapur AI, sebagai integrasi antara teknologi robotika, sistem sensor lingkungan, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Baca Juga: Petugas Damkar Kerahkan Robot Pemadam, Antisipasi Gas Beracun dalam Kebakaran di Kalideres Jakbar
Pria yang juga lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menjadikan VIR sebagai eksperimen untuk memadukan teknologi dengan eksplorasi lingkungan secara langsung di lapangan.
VIR, Laboratorium Berjalan Berbasis AI
Berbeda dari alat pengukur konvensional, VIR dirancang sebagai sistem observasi bergerak yang mampu mengumpulkan sekaligus menganalisis data secara langsung.
“Robot ini sebenarnya observatory laboratorium yang bisa berjalan,” kata Aji.
Secara teknis, VIR bekerja sebagai platform hybrid edge–cloud AI. Robot ini bisa mengolah data awal langsung di perangkat (edge computing) maupun di cloud jika analisa kompleks dibutuhkan.
Selanjutnya, robot juga akan mengirimkan hasilnya ke sistem AI berbasis cloud untuk analisis lanjutan dan penyimpanan data. Pendekatan ini memungkinkan VIR tidak hanya merekam data, tetapi juga melakukan interpretasi secara berlapis, mulai dari pengamatan visual hingga analisis pola jangka panjang.
Mulanya, VIR dikembangkan untuk beroperasi di wilayah yang dikenal sebagai Vortex Line Yogyakarta. Seperti diketahui, Vortex Line adalah garis imajiner temuan Indonesia Space Science Society (ISSS) yang menghubungkan tiga titik energi tinggi atau fenomena UFO di Yogyakarta (Berbah, Nanggulan, Gedongkiwo) dari timur ke barat, menyerupai pola bintang Orion's Belt.
Beberapa tempat ini sering dikaitkan dengan laporan fenomena tak biasa, mulai dari perubahan lingkungan hingga penampakan cahaya yang kerap disebut sebagai UFO. Namun, proyek VIR tidak bertujuan membuktikan atau menyangkal fenomena tersebut.
Sebaliknya, robot ini digunakan untuk menjawab pertanyaan yang lebih mendasar, seperti bagaimana mesin membaca lingkungan yang oleh manusia sudah diberi makna tertentu?
“Kalau sesuatu bisa berinteraksi dengan lingkungan, berarti fenomena tersebut tetap harus mengikuti hukum fisika,” ujar Aji.
Dengan pendekatan ini, Vortex Line diposisikan sebagai kerangka observasi, tempat di mana data, persepsi, dan narasi bertemu. Untuk menjalankan tugasnya, VIR dilengkapi dengan berbagai sensor seperti sensor radiasi (Geiger counter), magnet, elektrostatik, kamera, GPS, hingga sensor lingkungan lainnya.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- Robot
- Dapur AI
- Robot Deteksi UFO
- AI VIR
- Pradhono aji
- alien





