Padang (ANTARA) - Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol memastikan menanggung seluruh biaya pengobatan dua warga sipil yang diduga terkena peluru "nyasar" pada Selasa sore di kawasan Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat.
"Untuk saat ini kita tanggung semuanya," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kav Taufiq di Kota Padang, Selasa malam.
Kolonel Taufiq mengatakan, meskipun saat ini Kodam XX masih melakukan investigasi, biaya perawatan seorang mahasiswi dan satu warga sipil yang terkena peluru menyasar tetap ditanggung TNI. Tindakan ini murni untuk memastikan warga yang terluka mendapatkan bantuan yang cepat serta tertangani dengan baik.
Baca juga: Pria bawa revolver mini berisi 5 peluru ditangkap di Penjaringan
Hingga Selasa malam pihak Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo atau Rumah Sakit Tentara masih melakukan operasi pengangkatan proyektil yang tertinggal di kaki seorang mahasiswi UNP. Kodam Imam Bonjol menegaskan pemulihan korban menjadi aspek prioritas.
Pascainsiden tersebut Kodam XX masih terus berupaya mengumpulkan informasi serta melakukan investigasi mendalam termasuk mencari tahu asal peluru. Pomdam XX/Tuanku Imam Bonjol juga telah melakukan investigasi di area latihan menembak maupun di lokasi kejadian, tepatnya di sekitar kawasan Rektorat UNP untuk mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan.
Ia tidak menampik pada saat kejadian satuan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang sedang melaksanakan latihan menembak. Namun, belum dapat dipastikan apakah sumber peluru tersebut berasal dari area latihan atau tidak.
Kapendam menyampaikan korban laki-laki mengalami luka di bagian tangan. Sementara, korban perempuan yang juga mahasiswi UNP terkena di bagian paha. Keduanya sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo.
Baca juga: Polisi uji balistik peluru yang nyasar tembus rumah warga di Ciracas
"Untuk saat ini kita tanggung semuanya," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kav Taufiq di Kota Padang, Selasa malam.
Kolonel Taufiq mengatakan, meskipun saat ini Kodam XX masih melakukan investigasi, biaya perawatan seorang mahasiswi dan satu warga sipil yang terkena peluru menyasar tetap ditanggung TNI. Tindakan ini murni untuk memastikan warga yang terluka mendapatkan bantuan yang cepat serta tertangani dengan baik.
Baca juga: Pria bawa revolver mini berisi 5 peluru ditangkap di Penjaringan
Hingga Selasa malam pihak Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo atau Rumah Sakit Tentara masih melakukan operasi pengangkatan proyektil yang tertinggal di kaki seorang mahasiswi UNP. Kodam Imam Bonjol menegaskan pemulihan korban menjadi aspek prioritas.
Pascainsiden tersebut Kodam XX masih terus berupaya mengumpulkan informasi serta melakukan investigasi mendalam termasuk mencari tahu asal peluru. Pomdam XX/Tuanku Imam Bonjol juga telah melakukan investigasi di area latihan menembak maupun di lokasi kejadian, tepatnya di sekitar kawasan Rektorat UNP untuk mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan.
Ia tidak menampik pada saat kejadian satuan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang sedang melaksanakan latihan menembak. Namun, belum dapat dipastikan apakah sumber peluru tersebut berasal dari area latihan atau tidak.
Kapendam menyampaikan korban laki-laki mengalami luka di bagian tangan. Sementara, korban perempuan yang juga mahasiswi UNP terkena di bagian paha. Keduanya sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo.
Baca juga: Polisi uji balistik peluru yang nyasar tembus rumah warga di Ciracas





