Hati-hati, 5 Dosa Ini Dapat Membuat Amal Ibadah Terhapus Sia-sia

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Dalam mengarungi kehidupan di dunia, setiap umat Islam tentu berlomba-lomba mengumpulkan pundi-pundi pahala melalui berbagai amal ibadah, mulai dari salat, zakat, hingga puasa.

Namun, ibarat wadah yang bocor, pahala kebaikan yang telah susah payah dikumpulkan tersebut bisa saja berkurang, runtuh, atau bahkan sirna sepenuhnya akibat perbuatan buruk tertentu yang tidak diridai Allah Swt.
 
Penting bagi kita untuk mengenali apa saja dosa dan perbuatan yang dapat menghapus amal kebaikan tersebut agar ibadah kita tidak berujung sia-sia. Melansir informasi dari laman Rumah Zakat, berikut adalah penjelasan lengkapnya:
  Syirik (Menyekutukan Allah) Syirik atau menyekutukan Allah Swt. dengan sesuatu yang lain merupakan dosa paling besar dalam Islam yang secara mutlak dapat melenyapkan seluruh pahala kebaikan seseorang.

Dalam Surah An-Nisa ayat 48, Allah Swt. berfirman mengenai dosa ini:

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar."

Selain tidak akan diampuni jika pelakunya wafat sebelum bertobat, dosa syirik secara otomatis menggugurkan seluruh timbangan amal kebaikan yang pernah dilakukan semasa hidup. Hal ini ditegaskan kembali oleh Allah Swt. dalam ayat lain:

"Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, 'Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi.'" (Q.S. Az-Zumar: 65)
  Murtad (Keluar dari Islam) Murtad atau memutuskan keluar dari agama Islam merupakan tindakan yang secara langsung membatalkan seluruh status keimanan beserta pahala amal ibadah yang pernah dikerjakan. Seseorang yang murtad dan meninggal dunia dalam keadaan kafir akan kekal di dalam neraka serta kehilangan hak warisnya secara syariat.

Allah Swt. mengingatkan konsekuensi berat ini dalam Al-Qur'an:

"Barang siapa di antara kalian yang murtad dari agamanya kemudian mati dalam keadaan kafir, maka mereka itulah orang-orang yang terhapus amalannya di dunia dan akhirat. Dan mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal berada di dalamnya." (Q.S. Al-Baqarah ayat 217)
  Gibah (Menggunjing Orang Lain)
Ilustrasi Pexels

Gibah atau membicarakan keburukan dan aib orang lain di belakangnya merupakan penyakit lisan yang sangat merusak. Secara spiritual, gibah diibaratkan seperti "mentransfer" pahala amal kebaikan diri sendiri secara cuma-cuma kepada orang yang digunjingkan di akhirat kelak.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas r.a., Rasulullah saw. menjelaskan bahwa gibah juga dapat merusak esensi ibadah penting seperti puasa:

"Ada lima perbuatan yang menghapus pahala puasa, yaitu: berbohong, menggunjing (gibah), mengadu domba orang lain (namimah), bersumpah palsu, dan memandang lawan jenis dengan syahwat."
  Baca Juga:
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juni 2026, Keutamaan dan Tata Caranya   Mengungkit-ungkit Kebaikan (Al-Mannu) Dalam Islam, mengungkit kembali kebaikan atau bantuan yang pernah kita berikan kepada orang lain disebut dengan istilah al-mannu. Perbuatan ini sangat dilarang karena mencerminkan sifat sombong, merasa paling berjasa, dan menunjukkan ketidakikhlasan dalam beramal karena tidak mengharapkan rida Allah Swt. semata.

Allah Swt. secara tegas melarang perbuatan ini agar pahala sedekah kita tidak lenyap begitu saja:

"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian." (Q.S. Al-Baqarah: 264)
  Riya (Pamer dan Ingin Dipuji) Riya adalah melakukan suatu ibadah atau amal kebaikan dengan niat agar dilihat, didengar (sum'ah), atau mendapatkan pujian dari orang lain. Sifat ini dikategorikan sebagai syirik kecil (syirik ash-ghar) karena menyelewengkan tujuan ibadah yang seharusnya murni hanya untuk Allah Swt.

Allah Swt. menggambarkan kesia-siaan amal orang yang riya melalui perumpamaan yang sangat jelas dalam Surah Al-Baqarah ayat 264:



Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir."

Menjaga amal ibadah agar tetap bernilai di sisi Allah Swt. sama pentingnya dengan perjuangan saat kita melakukan ibadah tersebut. Semoga kita semua dijauhkan dari kelima sifat buruk di atas, sehingga setiap sujud, puasa, sedekah, dan kebaikan yang kita lakukan di dunia ini tidak berujung sia-sia di akhirat kelak.

(Surya Mahmuda)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI KCP Pasar Tanah Abang Hadir Layani Pengunjung dan Pedagang
• 21 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Ikuti arahan pemda, BPBD Jember mulai lakukan pemilahan sampah
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Es Goyang Bukan Sekadar Jajanan, tapi Aset Ekonomi Kerakyatan Jakarta
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Rupiah Sempat Menyentuh Rp 18.000 Per Dolar AS, Purbaya: Sudah Kami Perhitungkan | KOMPAS SIANG
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Mantan Istri Dalangi Pembunuhan WN Korsel di Bekasi, Sewa Eksekutor Rp 139 Juta
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.