Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, memastikan seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 siap digelar, mulai dari peluncuran Museum Pajajaran, layanan administrasi kependudukan, hingga Festival Pajajaran atau Helaran Pajajaran yang menjadi penutup perayaan.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim di Balai Kota Bogor, Selasa, memastikan agenda yang akan berlangsung pada 3 Juni 2026 hingga beberapa pekan berikutnya telah dipersiapkan secara matang.
Ia menjelaskan peringatan HJB ke-544 akan diawali dengan upacara di Plaza Balai Kota Bogor yang kemudian dilanjutkan rapat paripurna DPRD Kota Bogor.
Rapat paripurna tersebut akan diisi dengan peluncuran Hymne Kota Bogor, penyerahan perda dalam huruf braille dari Kementerian Sosial kepada DPRD Kota Bogor, serta pemberian penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berjasa bagi Kota Bogor, termasuk pencipta Hymne Kota Bogor.
Pada siang hari, Pemkot Bogor akan menggelar soft launching Museum Pajajaran sebagai langkah awal memperkenalkan museum yang disiapkan menjadi pusat edukasi sejarah dan budaya daerah.
"Soft launching ini dalam rangka memperkenalkan Museum Pajajaran yang harus kita bangun secara bersama-sama. Selain itu, juga untuk memperkaya koleksi Museum Pajajaran yang nantinya akan dikurasi," ujar Dedie.
Selain kegiatan budaya, peringatan HJB ke-544 juga diisi sejumlah program pelayanan publik. Pemkot Bogor akan menyerahkan akta kelahiran kepada bayi yang lahir pada 3 Juni 2026 serta memberikan KTP elektronik kepada warga yang genap berusia 17 tahun pada hari jadi Kota Bogor.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bogor Ganjar Gunawan menyebutkan sebanyak 13 calon penerima KTP elektronik telah terdata untuk menerima dokumen kependudukan tersebut pada momentum HJB ke-544.
Sementara itu, berdasarkan estimasi angka kelahiran, terdapat dua ibu hamil yang diperkirakan melahirkan pada 3 Juni 2026 dan akan menerima akta kelahiran bagi bayinya.
Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Bogor menyiapkan kegiatan sunatan massal bagi 544 anak yang dilaksanakan serentak di 25 puskesmas mulai 2 Juni 2026.
Dedie meminta seluruh perangkat daerah mengatur waktu pelaksanaan kegiatan secara efektif agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan nyaman bagi masyarakat.
"Saya mengingatkan agar acara tidak berlangsung terlalu lama. Timing kegiatan harus diatur dengan baik, sehingga dapat dinikmati masyarakat secara lancar dan nyaman," katanya.
Rangkaian HJB ke-544 akan ditutup dengan Festival Pajajaran atau Helaran Pajajaran pada 27 Juni 2026 yang menampilkan berbagai atraksi budaya dan partisipasi masyarakat.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan peringatan HJB harus menjadi momentum menghadirkan manfaat nyata bagi warga melalui berbagai program dan layanan pemerintah daerah.
"Hari Jadi Bogor harus menjadi hadiah berupa kado-kado bagi masyarakat Kota Bogor, karena Hari Jadi Bogor adalah hajat seluruh warga Kota Bogor," kata Jenal.
Baca juga: IPB University buka program beasiswa khusus untuk wartawan
Baca juga: Kirab budaya Milangkala Tatar Sunda meriahkan Kota Bogor
Wali Kota Bogor Dedie Rachim di Balai Kota Bogor, Selasa, memastikan agenda yang akan berlangsung pada 3 Juni 2026 hingga beberapa pekan berikutnya telah dipersiapkan secara matang.
Ia menjelaskan peringatan HJB ke-544 akan diawali dengan upacara di Plaza Balai Kota Bogor yang kemudian dilanjutkan rapat paripurna DPRD Kota Bogor.
Rapat paripurna tersebut akan diisi dengan peluncuran Hymne Kota Bogor, penyerahan perda dalam huruf braille dari Kementerian Sosial kepada DPRD Kota Bogor, serta pemberian penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai berjasa bagi Kota Bogor, termasuk pencipta Hymne Kota Bogor.
Pada siang hari, Pemkot Bogor akan menggelar soft launching Museum Pajajaran sebagai langkah awal memperkenalkan museum yang disiapkan menjadi pusat edukasi sejarah dan budaya daerah.
"Soft launching ini dalam rangka memperkenalkan Museum Pajajaran yang harus kita bangun secara bersama-sama. Selain itu, juga untuk memperkaya koleksi Museum Pajajaran yang nantinya akan dikurasi," ujar Dedie.
Selain kegiatan budaya, peringatan HJB ke-544 juga diisi sejumlah program pelayanan publik. Pemkot Bogor akan menyerahkan akta kelahiran kepada bayi yang lahir pada 3 Juni 2026 serta memberikan KTP elektronik kepada warga yang genap berusia 17 tahun pada hari jadi Kota Bogor.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bogor Ganjar Gunawan menyebutkan sebanyak 13 calon penerima KTP elektronik telah terdata untuk menerima dokumen kependudukan tersebut pada momentum HJB ke-544.
Sementara itu, berdasarkan estimasi angka kelahiran, terdapat dua ibu hamil yang diperkirakan melahirkan pada 3 Juni 2026 dan akan menerima akta kelahiran bagi bayinya.
Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Bogor menyiapkan kegiatan sunatan massal bagi 544 anak yang dilaksanakan serentak di 25 puskesmas mulai 2 Juni 2026.
Dedie meminta seluruh perangkat daerah mengatur waktu pelaksanaan kegiatan secara efektif agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan nyaman bagi masyarakat.
"Saya mengingatkan agar acara tidak berlangsung terlalu lama. Timing kegiatan harus diatur dengan baik, sehingga dapat dinikmati masyarakat secara lancar dan nyaman," katanya.
Rangkaian HJB ke-544 akan ditutup dengan Festival Pajajaran atau Helaran Pajajaran pada 27 Juni 2026 yang menampilkan berbagai atraksi budaya dan partisipasi masyarakat.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan peringatan HJB harus menjadi momentum menghadirkan manfaat nyata bagi warga melalui berbagai program dan layanan pemerintah daerah.
"Hari Jadi Bogor harus menjadi hadiah berupa kado-kado bagi masyarakat Kota Bogor, karena Hari Jadi Bogor adalah hajat seluruh warga Kota Bogor," kata Jenal.
Baca juga: IPB University buka program beasiswa khusus untuk wartawan
Baca juga: Kirab budaya Milangkala Tatar Sunda meriahkan Kota Bogor





