Ndarboy mengingatkan agar generasi muda tidak sekadar menjadi konsumen konten digital. “Belajar baca buku. Jangan cuma baca konten, scroll sosial media. Baca buku itu penting,” tegas Ndarboy saat wawancara di Kantor Media Group, Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026.
Selain urusan membaca, Ndarboy juga menekankan pentingnya melakukan praktik secara konsisten. Baginya, ilmu pengetahuan dan teori yang didapatkan di dalam ruang kelas tidak akan berguna tanpa adanya aksi nyata.
“Terus praktek. Praktik itu tidak cuma praktik di dalam ruang belajar. Tapi kita harus ada sesi praktik mandiri di bidang yang sudah kamu pelajari,” jelasnya.
Ia mendorong anak muda untuk berani mengaplikasikan seluruh teori yang sudah diajarkan di lembaga pendidikan secara mandiri. Ndarboy kemudian menceritakan pengalamannya sendiri saat masih berstatus sebagai pelajar di SMM Yogyakarta, saat ia diwajibkan melakukan praktik mandiri minimal selama delapan jam dalam sehari di luar jam sekolah formal.
Disiplin tinggi ini tidak lepas dari didikan sang guru vokalnya di SMKN 2 Kasihan Bantul yang paling berkesan baginya, yaitu Ibu Guru Utami. “Beliau super duper duper duper galak. Tapi kalau sama yang pinter, maksudnya saya habis dimarahi terus saya pertemuan berikutnya bisa nih, lancar, beliau juga mengapresiasi sebaik-baiknya guru mengapresiasi muridnya,” kenang Ndarboy.
Meski dikenal super galak, Ndarboy sadar ketegasan itu demi kebaikan muridnya. “Walaupun galaknya, ternyata itu bukan galak karakter yang emosional gitu. Bukan. Cuma dia galaknya itu mendidik agar proses kita belajar itu lebih cepat,” tambahnya.
Hasilnya, semua murid bimbingan Bu Utami pasti lulus dengan nilai 9. Hingga kini, Ndarboy masih memegang teguh sebuah teori seni dari gurunya mengenai formula konsistensi latihan. “Katanya kalau di musik nih, di bidang skill gitu, kita praktek 8 jam selama 2 tahun, kita bisa hidup dan berkreativitas dari ilmu yang kita dapat selama praktik 2 tahun itu. Untuk jangka waktu cuma 4 tahun. Jadi harus nabung terus. Jadi setelah 4 tahun kita harus mulai lagi dengan perkembangan yang sudah ada lagi,” papar Ndarboy.
Formula ‘tabungan ilmu’ ini terus ia terapkan hingga sekarang demi menghadapi perkembangan zaman. Setelah menyelesaikan studi, ia tetap berkomitmen untuk terus meng-upgrade kemampuannya dalam berkarya.
Pesan dari Ndarboy Genk ini menjadi pengingat penting bagi generasi muda bahwa keahlian dan mentalitas yang tangguh tidak dapat diraih secara instan, melainkan lewat komitmen, kerja keras, serta kedisiplinan yang diasah secara konsisten setiap hari. (Talitha Islamey)
Baca Juga :
Gak Jadi Guru Usai Lulus Unnes, Ndarboy Genk Ungkap Alasan Pilih Jadi MusisiCek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)





