Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump murka kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas eskalasi militer Israel di Lebanon yang dinilai berpotensi mengganggu negosiasi dengan Iran.
Melansir ABC News, Rabu (3/6/2026), Trump disebut meluapkan kekesalannya kepada Netanyahu dalam percakapan telepon selama sekitar 15 menit pada Senin, menurut sejumlah sumber yang mengetahui isi pembicaraan tersebut.
Sumber yang mengetahui percakapan itu mengatakan Trump menuduh Netanyahu tidak tahu berterima kasih dan menyebutnya “gila.”
Dalam salah satu momen percakapan yang berlangsung tegang itu, Trump disebut bertanya sembari mengumpat kepada Netanyahu, “Apa yang kau lakukan??”
Perkembangan itu muncul setelah Iran pada Senin mengancam menghentikan perundingan menyusul tindakan Israel di Lebanon, tempat Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terlibat bentrokan dengan milisi Hizbullah yang didukung Iran.
“Tim negosiasi Iran akan menangguhkan ‘pembicaraan dan pertukaran teks melalui mediator,’” lapor kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim.
Baca Juga
- Trump Teken Perintah Eksekutif, Minta Akses Dini ke Model AI Berisiko Tinggi
- Qodari Sebut Prabowo Unik: Punya Hubungan Baik dengan Trump, Putin dan Xi Jinping
- Trump Kembali Serang Iran, Bandar Abbas Jadi Sasaran
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tidak mengonfirmasi laporan tersebut, tetapi menulis di platform X bahwa gencatan senjata antara Iran dan AS secara tegas merupakan gencatan senjata di semua front, termasuk di Lebanon.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga menyatakan bahwa Iran “menganggap pelanggaran garis merah di Lebanon dan Gaza sebagai perang langsung.”
Trump secara terbuka meremehkan ancaman itu dan mengatakan dirinya “tidak peduli sama sekali.”
Namun di balik layar, Trump disebut menyampaikan kepada pejabat senior pemerintahannya bahwa dirinya ingin berbicara langsung dengan Netanyahu karena marah eskalasi di Lebanon dapat menggagalkan kemajuan negosiasi dengan Iran. Trump disebut baru saja merevisi proposal rencana perdamaian dan mengirimkannya kepada Iran untuk dipertimbangkan.
Usai percakapan pada Senin tersebut, Netanyahu merilis pernyataan resmi.
“Saya berbicara dengan Presiden Trump malam ini dan mengatakan kepadanya bahwa jika Hizbullah tidak menghentikan serangan terhadap kota dan warga kami, Israel akan menyerang target-target teror di Beirut,” ujar Netanyahu.
Netanyahu menegaskan posisi Israel akan tetap sama. Pada saat yang sama, IDF akan terus beroperasi sesuai rencana di Lebanon selatan.
Percakapan pada Senin bukan kali pertama hubungan Trump dan Netanyahu memanas. Ketegangan keduanya sebelumnya juga muncul ketika Israel mengambil tindakan terhadap Iran dan kelompok proksinya. Namun, percakapan terbaru ini kembali menegaskan kekhawatiran pemerintahan Trump bahwa negosiasi yang sedang berlangsung dengan Iran dapat terganggu.
Setelah percakapan tersebut, Trump sempat menulis di media sosial bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlanjut dengan “sangat cepat.”
Namun beberapa jam kemudian, Trump menunjukkan nada yang jauh berbeda terhadap Netanyahu.
“Saya berbicara dengan Bibi Netanyahu hari ini, meminta dia untuk tidak melakukan serangan besar ke Beirut, Lebanon. Dia memutar balik pasukannya. Terima kasih Bibi!,” tulis Trump di media sosial.





