JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengatakan implementasi pengajaran bahasa Prancis di sekolah perlu pengkajian dan pemetaan. Lalu menilai pemerintah perlu mempertegas rencana tersebut.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu menekankan pembelajaran bahasa Prancis di sekolah-sekolah tidak bisa direalisasikan secara mendadak.
Karena itu, Lalu meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengkaji lebih lanjut wacana memasukkan bahasa Prancis dalam kurikulum.
"Persoalannya adalah tentu tidak serta-merta kebijakan tersebut langsung instan untuk dilaksanakan. Kami meminta kepada pemerintah untuk melakukan kajian, melakukan pemetaan," kata Lalu di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Baca Juga: Prabowo Dorong Bahasa Prancis Diajarkan di Sekolah, Kemendikdasmen Ungkap Sedang Bahas Kebijakan
Lalu menilai Kemendikdasmen perlu mengkaji skema penerapan, regulasi, perangkat pembelajaran, hingga ketersediaan tenaga pengajar.
Ia pun mempertanyakan jumlah guru bahasa Prancis yang tersedia apakah mencukupi untuk mengajar siswa di sekolah-sekolah seluruh Indonesia.
"Silakan lakukan kajian, lakukan pemetaan, berapa hari ini lulusan sarjana bahasa Prancis yang kita miliki. Apakah jumlah lulusan tersebut mencukupi untuk sekolah, baik negeri maupun swasta," kata Lalu.
"Apa kebijakan tersebut langsung sekaligus atau melalui tahapan-tahapan? Misalnya diperuntukkan untuk sekolah-sekolah tertentu dulu atau memang harus wajib untuk sekolah se-Indonesia?"
Lalu mengakui penguasaan bahasa asing penting untuk mengikuti arus perkembangan dunia dan ilmu pengetahuan. Namun, pemerintah disebutnya lebih baik fokus menyelesaikan persoalan pendidikan yang masih berlangsung.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- pelajaran bahasa prancis
- komisi x dpr
- lalu hadrian irfani
- prabowo instrusikan bahasa prancis
- bahasa prancis





