VIVA – Timnas Arab Saudi kembali menjadi salah satu wakil Asia yang tampil di putaran final Piala Dunia 2026. Turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 20 Juli itu menjadi penampilan ketujuh bagi The Green Falcons atau Elang Hijau di panggung sepak bola terbesar dunia.
Arab Saudi memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah melalui jalur Kualifikasi Asia. Kepastian lolos diraih setelah hasil imbang tanpa gol melawan Irak pada Oktober 2025 yang mengunci posisi mereka menuju putaran final.
Keikutsertaan kali ini sekaligus menjadi penampilan ketiga secara beruntun bagi Arab Saudi setelah sebelumnya tampil pada edisi 2018 dan 2022.
- AP Photo/Luca Bruno
Dalam sejarah Piala Dunia, pencapaian terbaik Arab Saudi terjadi pada edisi 1994 di Amerika Serikat. Saat menjalani debut di turnamen tersebut, mereka langsung menembus babak 16 besar. Hingga kini, capaian itu masih menjadi prestasi terbaik Elang Hijau di ajang Piala Dunia.
Selain 1994, Arab Saudi juga tampil pada edisi 1998, 2002, 2006, 2018, dan 2022. Salah satu momen paling bersejarah mereka terjadi di Piala Dunia 2022 saat secara mengejutkan mengalahkan Argentina dengan skor 2-1 pada fase grup. Kemenangan tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar dalam sejarah turnamen, terlebih Argentina kemudian keluar sebagai juara dunia.
Untuk menghadapi Piala Dunia 2026, Arab Saudi ditangani pelatih asal Yunani, Georgios Donis. Ia membawa kombinasi pemain senior berpengalaman dan generasi baru yang diharapkan mampu membawa tim melangkah lebih jauh.
Salah satu pemain kunci Arab Saudi adalah Salem Al Dawsari. Kapten tim sekaligus gelandang serang Al Hilal itu dikenal sebagai motor permainan Elang Hijau berkat kreativitas, pengalaman, dan kemampuannya mencetak gol penting. Al Dawsari juga menjadi pencetak gol kemenangan Arab Saudi saat menumbangkan Argentina pada Piala Dunia 2022.
- AP Photo | Manu Fernandez
Selain Al Dawsari, perhatian juga tertuju kepada Saud Abdulhamid yang menjadi salah satu pemain Saudi yang berkarier di Eropa. Bek sayap tersebut dikenal memiliki kecepatan tinggi dan kemampuan membantu serangan dari sisi lapangan.
Di lini depan, Arab Saudi masih mengandalkan ketajaman Feras Al Brikan serta pengalaman Saleh Al Shehri untuk membongkar pertahanan lawan.





