Pentingnya Defensive Driving Menekan Resiko Kecelakaan di Jalan

medcom.id
7 jam lalu
Cover Berita
DKI Jakarta: Keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kemampuan mengemudi, tetapi juga pada kedisiplinan pengendara dalam menerapkan budaya defensive driving.
 
Di tengah kondisi lalu lintas yang dinamis, pengemudi dituntut untuk selalu waspada, mampu mengantisipasi potensi bahaya, serta mengambil keputusan yang tepat demi meminimalkan risiko kecelakaan.
 
Defensive driving merupakan metode berkendara yang menekankan sikap proaktif dibandingkan reaktif. Melalui pendekatan ini, pengemudi diharapkan lebih mampu membaca situasi lalu lintas, mengenali potensi risiko sejak dini, dan mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga keselamatan selama perjalanan.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menilai penerapan defensive driving menjadi semakin penting, terutama ketika volume kendaraan meningkat.
 
“Potensi risiko perjalanan selalu ada, termasuk saat lalu lintas meningkat. Agar semua pengguna jalan bisa meminimalisir potensi tersebut bersama-sama, akan lebih baik jika kita menerapkan defensive driving,” ujar Asst. to Aftersales Department Head of Service PT SIS, Hariadi, melalui keterangan resminya. Baca Juga:
Jangan Over Speed! Pahami Batas Kecepatan di Jalan Tol Panduan Menerapkan Defensive Driving Untuk membantu pengendara menerapkan defensive driving dalam aktivitas sehari-hari, Hariadi membagikan sejumlah panduan sederhana yang dapat dilakukan sebelum dan selama perjalanan.
 
Sebelum berkendara, pengemudi disarankan memastikan kendaraan dalam kondisi prima dengan memeriksa komponen penting seperti ban, rem, lampu, wiper, serta cairan kendaraan, terutama saat akan melakukan perjalanan jarak jauh.
 
Saat berada di jalan, menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan juga menjadi faktor penting. Jarak yang cukup memberikan waktu bagi pengemudi untuk bereaksi apabila terjadi situasi mendadak.
 
Selain itu, penggunaan lajur harus dilakukan secara disiplin. Pengemudi dianjurkan menghindari perpindahan jalur secara tiba-tiba dan selalu menggunakan lampu sein sebelum berpindah lajur. Baca Juga:
Insentif Mobil Listrik 2026, Nilai Kuota dan Pencairannya!
Hariadi juga mengingatkan pentingnya memantau kondisi sekitar kendaraan dengan rutin memeriksa kaca spion, termasuk area belakang kendaraan, sehingga pengemudi dapat lebih siap menghadapi pergerakan kendaraan lain.
 
Pengaturan kecepatan dan pengendalian emosi juga menjadi bagian dari defensive driving. Pengemudi diimbau untuk mematuhi batas kecepatan, tetap tenang, dan menghindari perilaku agresif di jalan.
 
Sementara itu, apabila mulai merasa lelah atau konsentrasi menurun, pengendara disarankan untuk beristirahat di rest area atau lokasi yang aman sebelum melanjutkan perjalanan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pilihan Baru SUV PHEV, Jetour T1 i-DM Dijual Rp 538 Juta
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Habiburokhman Sentil Kritik Dino Patti Djalal, Zaman Dia Sehebat Apa? Sekarang Kok Jadi Sok Paling Menlu
• 6 jam laludisway.id
thumb
Zverev hentikan Jodar untuk melaju ke semifinal Roland Garros
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
BPOM Perketat Pengawasan Gas N2O usai Kasus Whip Pink dan Promosi oleh Influencer
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Media Inggris Soroti Kembalinya Elkan Baggott Bela Timnas Indonesia, Ungkap Rencana Ipswich Town Melepasnya Musim Depan
• 9 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.