Pekanbaru: Sebanyak 11 daerah di Riau telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penetapan status siaga tersebut sebagai bentuk kewaspadaan terhadap ancaman karhutla, karena saat ini Riau sudah memasuki musim kemarau.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Jim Gafur mengatakan, selain pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi Riau juga sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla.
“Saat ini pemerintah Provinsi dan 11 pemerintah kabupaten/kota di Riau sudah menetapkan status siaga darurat Karhutla. Hanya tinggal satu daerah saja yang belum menetapkan yakni Kuansing (Kuantan Singingi),” ujarnya, Rabu, 3 Juni 2026.
Baca Juga :
34 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel, Muara Enim Paling Banyak“Kami harapkan Kuansing juga segera menetapkan status,” ujar dia. Angin Kencang dan Lahan Gambut jadi Kendala Sementara tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra terus melakukan operasi pemadaman karhutla di sejumlah lokasi di Provinsi Riau. Hingga kini upaya pemadaman masih berlangsung di Rantau Bais Kabupaten Rokan Hilir, Sokoi Kabupaten Pelalawan, dan Kandis Kabupaten Siak.
Sedangkan lokasi kebakaran di Pasir Limau Kapas dinyatakan padam setelah lima hari penanganan intensif. Selain itu, muncul juga Karhutla di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis. Tim pemadam sedang disiapkan untuk bergerak ke lokasi.
Ia menjelaskan, kondisi lapangan masih menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari angin kencang, vegetasi kering yang mudah terbakar, hingga karakteristik lahan gambut yang menyulitkan proses pemadaman.
“Tim Manggala Agni terus bekerja maksimal di seluruh lokasi kebakaran. Meskipun menghadapi kondisi cuaca yang cukup menantang dan medan yang tidak mudah, personel tetap fokus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api benar-benar dapat dikendalikan,” jelas dia.
Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra berupaya memadamkan karhutla di lahan gambut. (MI)
Adapun di lokasi kebakaran Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), operasi pemadaman dilakukan oleh Manggala Agni Daops V/Dumai. Tim pemadam sempat menghadapi kondisi yang cukup berat akibat tiupan angin kencang yang menyebabkan asap menjadi sangat pekat dan mempercepat pergerakan api.
Sejauh ini, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 44 hektare. Mengingat luas area serta ketersediaan sumber air yang masih memungkinkan untuk mendukung operasi, jumlah personel akan ditambah.
“Manggala Agni Daops Dumai masih melaksanakan pemadaman di Rantau Bais, Rohil. Kondisi masih berat, asap masih tebal dan kawan-kawan masih mengejar kepala api di sisi-sisi belukar,” jelas dia. (MI/RK)




