Iran Ancang-Ancang Nasionalisasi Selat Hormuz

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN --  Seorang juru bicara untuk presidium Parlemen Iran, Abbas Goudarzi, pada Selasa (2/6/2026) mengatakan, Iran hendak mengincar "nasionalisasi" Selat Hormuz sebagaimana Iran melakukan nasionalisasi minyak di masa lalu. Akhir pekan lalu, militer Iran menegaskan kontrol penuh mereka terhadap selat itu.

"Ketika nasionalisasi minyak terjadi, sejarah menilai signifikansi keputusan tersebut saat itu. Hari ini, kami ingin menasionalisasikan Selat Hormuz," kata Goudarzi, sebagaimana dikutip kantor berita ISNA.

Baca Juga
  • Militer Iran Tegaskan Kewenangan Kontrol Penuh Selat Hormuz
  • Iran Janjikan Perlakuan Khusus bagi Kapal Rusia dan China di Selat Hormuz
  • IMF dan Bank Dunia Peringatkan Krisis Selat Hormuz Ancam Ekonomi Global

Pernyataan Goudarzi merujuk pada nasionalisasi industri minyak di Iran pada tahun 1951. Langkah tersebut didorong oleh Mohammad Mosaddegh, tokoh politik penting di era kekaisaran Iran sekaligus pemimpin gerakan di parlemen Iran yang mendukung gagasan nasionalisasi sektor migas Iran.

Adapun Amerika Serikat berulang kali menuntut Iran agar segera membuka Selat Hormuz untuk pelayaran bebas dan berhenti menuntut pembayaran biaya lintas bagi kapal-kapal yang lewat. Sementara, Iran justru berniat membentuk mekanisme bersama Oman untuk mengatur pelayaran di jalur laut tersebut, termasuk dengan menetapkan bea lintas untuk kapal-kapal.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pada 28 Mei lalu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan Oman bahwa AS akan mengincar siapapun yang memfasilitasi pemungutan bea lintas Selat Hormuz yang ditetapkan Iran. Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan "meledakkan" Oman jika mereka berupaya mengambil kendali selat tersebut.

Eskalasi konflik di Iran telah mengakibatkan blokade Selat Hormuz, jalur kunci untuk pelayaran komoditas minyak dan LPG dari Teluk Persia ke pasar global, sehingga mengakibatkan guncangan pada produksi dan ekspor minyak. Karena tertutupnya Selat Hormuz, banyak negara kini mengalami kenaikan harga minyak dan produk-produk industrinya.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara, Sputnik, IRNA
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Orang Jadi Korban Peluru Nyasar di Universitas Negeri Padang
• 9 jam lalukompas.id
thumb
Aksi Curanmor Marak Terjadi, Dua Motor di Kos Jombang Raib Digondol Maling
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Profil Nanik Sudaryati Deyang, Kepala BGN yang Menggantikan Dadan Hindayana
• 18 jam lalunarasi.tv
thumb
BEM PNJ Minta Kampus Transparan Tindak Mahasiswa yang Berciuman Sesama Jenis
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Operasional Haji 2027, Daftar Calon Jemaah Diumumkan Lebih Awal
• 10 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.