KONI Jawa Timur (Jatim) mulai mengintensifkan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 yang akan berlangsung di Manado, Sulawesi Utara pada Oktober mendatang.
Sebagai langkah awal, KONI Jatim menggelar koordinasi dengan delapan cabang olahraga (cabor) yang akan berlaga pada ajang tersebut.
Pertemuan berlangsung di Kantor KONI Jatim pada 2–3 Juni 2026 dan membahas berbagai aspek strategis untuk mendukung pencapaian target prestasi.
Muhammad Nabil Ketua KONI Jatim mengatakan bahwa pembahasan mencakup penentuan atlet dan pelatih, program peningkatan kualitas latihan, pemetaan kekuatan lawan, jumlah nomor pertandingan yang akan diikuti, hingga target perolehan medali dari masing-masing cabang olahraga.
Menurut Nabil, KONI Jatim akan menerapkan standar seleksi yang ketat dalam menentukan atlet yang berhak memperkuat kontingen Jawa Timur. Hanya atlet dengan rekam jejak prestasi minimal medali perak di tingkat nasional yang akan dipertimbangkan untuk diberangkatkan.
“Kalau standarnya hanya perunggu, tidak akan kami kirim untuk mengikuti PON Bela Diri. Targetnya adalah emas dan minimal perak. Di luar itu, mohon maaf, tidak kami usulkan menjadi peserta PON Bela Diri,” ujar Nabil dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2026).
Ia menegaskan, PON Bela Diri bukan ajang pembinaan ataupun tempat mencari pengalaman bertanding bagi atlet muda. Karena itu, seluruh atlet yang masuk dalam tim Jawa Timur harus memiliki rekam jejak prestasi yang terukur dan konsisten.
“Tidak ada istilah mencari jam terbang di sini. Tempatnya ada di event-event sebelumnya. Rekrutmen atlet juga tidak bisa dilakukan secara mendadak. Harus ada rekam jejak yang berkelanjutan dan konsisten meraih kemenangan,” katanya.
Usai rapat koordinasi, seluruh cabang olahraga diminta meningkatkan intensitas latihan serta menjalankan program penguatan atlet sesuai kebutuhan masing-masing. KONI Jatim juga akan melakukan pemantauan berkala melalui evaluasi performa dan tes fisik guna memastikan kesiapan atlet menjelang kompetisi.
Langkah tersebut diambil agar seluruh atlet yang diproyeksikan tampil di PON Bela Diri 2026 berada dalam kondisi terbaik saat memasuki masa pertandingan.
Dengan dukungan atlet-atlet berprestasi dan program latihan yang terukur, KONI Jatim optimistis mampu menjadi salah satu kontingen terkuat dalam perebutan medali di ajang nasional tersebut.
“Ada beberapa cabor yang insyaallah menjadi andalan kami,” tutur Nabil.
Pada PON Bela Diri II 2026, terdapat delapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan, yakni muaythai, kickboxing, anggar, IBCA MMA, hapkido, yongmoodo, kurash, dan tinju. (ant/saf/ipg)




