HUT ke-499 Jakarta akan diperingati pada 22 Juni 2026. Menyambut hari jadi ibu kota tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan berbagai kegiatan yang dapat diikuti masyarakat sepanjang bulan Juni.
Sejumlah acara akan dipusatkan di kawasan Kota Tua Jakarta. Mulai dari pertunjukan budaya hingga kegiatan komunitas, rangkaian acara ini menjadi bagian dari upaya menyemarakkan peringatan HUT Jakarta 2026.
Mengutip informasi yang dibagikan akun resmi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, berikut rangkaian kegiatan yang akan digelar di Kawasan Kota Tua Jakarta selama Juni 2026:
1. Belantara Budaya Indonesia- Hari/Tanggal: Minggu, 7 Juni 2026
- Waktu: 07.00-11.00 WIB
- Lokasi: Taman Fatahilah
- Kegiatan: Penampilan medley tarian Betawi sebagai budaya khas Jakarta yang dibawakan oleh ratusan penari.
- Hari/Tanggal: Minggu, 7 Juni 2026
- Waktu: 07.00 WIB sampai selesai
- Lokasi: Museum Mandiri dan Taman Fatahilah
- Kegiatan:
- Kayuhan sejarah
- Pertunjukan musik
- Fun games
- Talkshow
- Klinik servis sepeda gratis
- Doorprize sepeda dan berbagai aktivitas lainnya
- Hari/Tanggal: Minggu, 14 Juni 2026
- Waktu: 07.00-15.00 WIB
- Lokasi: Taman Fatahilah
- Kegiatan:
- Karnaval
- Permainan tradisional
- Berbagai hiburan untuk masyarakat
- Hari/Tanggal: Minggu, 14 Juni 2026
- Waktu: 16.00-21.00 WIB
- Lokasi: Taman Fatahilah
- Kegiatan: Aktivitas dukungan seni budaya komunitas berbasis kemitraan.
Itulah jadwal rangkaian acara HUT ke-499 Jakarta yang akan digelar di Kawasan Kota Tua sepanjang Juni 2026. Masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan tersebut secara gratis sambil menikmati suasana kawasan bersejarah yang menjadi salah satu ikon ibu kota.
Sebagai informasi, peringatan HUT ke-499 Jakarta mengusung tema "Bergerak Menuju Era Baru Jakarta". Mengutip laman resmi Pemprov DKI Jakarta, tema tersebut terinspirasi dari pancaran warna-warni dinamis pada logo yang melambangkan energi tanpa batas dan keberagaman.
Selain itu, slogan "Menuju 5 Abad Jakarta" mencerminkan Jakarta yang tengah melangkah menuju usia lima abad dengan visi yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan. Masa ini disebut sebagai periode transisi ketika arah masa depan Jakarta semakin terlihat jelas.
(wia/zap)





