JAKARTA, DISWAY.ID - Rifaldy Fajar kepada publik meminta maaf atas pencatutan nama Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba secara ilegal.
Terduga riset palsu bersama Prihantini di konferensi dunia International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) di Kopenhagen, Denmark pada 17-21 Mei 2026 mencatutkan UM Bulukumba tanpa izin.
Dalam dugaan riset palsu di konferensi internasional, Rifaldy Fajar juga turut mencatutkan nama ibunya, Elfiany Syafruddin yang menggunakan afiliasi dengan UM Bulukumba.
"Melalui video ini saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada UMB dalam hal ini Universitas Muhammadiyah Bulukumba," ujar Rifaldy Fajar dalam video yang beredar di media sosial.
"Karena telah melakukan pencatutan nama Universitas Muhammadiyah Bulukumba tanpa concern dari UMB secara langsung," sambungnya.
BACA JUGA:Rifaldy Lempar Kesalahan ke Prihantini, Mulai Cuci Tangan?
Alumnus UNY itu berjanji tidak akan melakukan pencatutan nama institusi tersebut dan mengembalikan nama baik.
Apabila janji tersebut tidak terpenuhi, maka Rifaldy siap menerima segala konsekuensi.
"Jika Hal itu tidak dapat saya penuhi, saya siap dengan segala macam konsekuensi yang akan terjadi ke depannya. Terima kasih," kata Rifaldy.
Saat ini Rifaldy dan Prihantini memang masih menjadi sorotan publik setelah dicurigai melakukan pemalsuan riset.
Kasusnya diungkap oleh dosen sekaligus peneliti bernama Wa Ode Dwi Daningrat dan Ida Bagus Mandhara Brasika saat menghadiri ISPPD 2026.
BACA JUGA:Rifaldy Fajar Terduga Riset Palsu Terancam Dilaporkan UMB ke Polda Susel, Imbas Pencatutan Nama Sepihak
Keduanya menemukan kejanggalan terhadap isi materi yang dipresentasikan oleh peneliti asal Indonesia itu karena dianggap tidak masuk akal dan menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Mereka juga turut menggunakan lembaga Al-BioMedicine Research Group, IMDS-BioMed Research Foundation di Jakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sebagai identitas mereka.
Sebelumnya, UM Bulukumba meminta Rivaldy mempertanggungjawabkan dan klarifikasi atas pencatutan nama kampus dalam dugaan riset palsu di konferensi internasional.
- 1
- 2
- »





